Kunjungan Wisman Ke Indonesia mencapai 1,53 juta kunjungan sepanjang Juli 2026 dan mencatat angka bulanan tertinggi selama periode Januari hingga Juli tahun ini. Pencapaian tersebut menunjukkan tren positif sektor pariwisata nasional setelah jumlah wisatawan asing sempat menurun pada awal 2026.
Berita Resmi Statistik (BRS) Perkembangan Pariwisata Juli 2026 mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,53 juta. Angka tersebut tumbuh 9,99 persen jika dibandingkan dengan Juni 2026.
Selain mengalami kenaikan secara bulanan, Indonesia juga mencatat pertumbuhan secara tahunan. Jumlah kunjungan pada Juli 2026 meningkat 2,95 persen dibandingkan periode yang sama pada Juli 2025.
Secara kumulatif, wisatawan mancanegara membukukan 8,98 juta kunjungan ke berbagai wilayah Indonesia selama Januari-Juli 2026. Jumlah itu meningkat 5,23 persen dibandingkan periode Januari-Juli tahun sebelumnya.
Kunjungan Wisman Mulai Meningkat sejak April 2026
Perjalanan kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 menunjukkan perubahan yang cukup menarik. Indonesia mengawali tahun dengan 1,19 juta kunjungan wisatawan asing pada Januari 2026.
Namun, jumlah tersebut menurun pada dua bulan berikutnya. Pada Februari, Indonesia mencatat 1,16 juta kunjungan. Jumlah wisatawan asing kemudian kembali turun menjadi 1,09 juta kunjungan pada Maret 2026.
Memasuki April, tren tersebut mulai berbalik. Indonesia mencatat kenaikan jumlah wisatawan mancanegara menjadi 1,25 juta kunjungan. Pertumbuhan kemudian terus berlanjut dalam beberapa bulan berikutnya.
Pada Mei 2026, jumlah kunjungan meningkat menjadi 1,38 juta. Selanjutnya, wisatawan asing membukukan sekitar 1,39 juta kunjungan pada Juni.
Momentum pertumbuhan semakin kuat pada Juli. Jumlah kunjungan akhirnya menembus 1,53 juta sekaligus menjadi pencapaian bulanan tertinggi selama Januari-Juli 2026.
Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa sektor pariwisata Indonesia mengalami peningkatan kunjungan secara konsisten sejak April hingga Juli.
Wisatawan Malaysia Dominasi Kunjungan pada Juli
Malaysia menjadi negara penyumbang wisatawan asing terbesar ke Indonesia pada Juli 2026 apabila melihat data berdasarkan negara asal paspor.
Wisatawan pemegang paspor Malaysia mencatat 228,71 ribu kunjungan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 15 persen dari keseluruhan kunjungan wisatawan mancanegara selama Juli.
Australia menempati posisi berikutnya dengan 188,25 ribu kunjungan atau sekitar 12,34 persen dari total kunjungan.
Sementara itu, wisatawan asal Tiongkok membukukan 156,75 ribu kunjungan. Angka tersebut memberikan kontribusi sebesar 10,28 persen terhadap keseluruhan kunjungan wisatawan asing pada periode yang sama.
Singapura juga masuk dalam jajaran negara penyumbang wisman terbesar. Pemegang paspor Singapura mencatat 117,28 ribu kunjungan atau sekitar 7,69 persen dari total kunjungan wisman.
Data tersebut menunjukkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara masih memberikan kontribusi besar terhadap arus wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Australia dan Tiongkok juga memiliki porsi penting dalam pasar pariwisata internasional Indonesia.

Ilustrasi turis asing datang ke Indonesia.
Jalur Udara Menjadi Pilihan Utama Wisatawan Asing
Sebagian besar wisatawan mancanegara memilih transportasi udara ketika memasuki Indonesia melalui pintu masuk utama.
Sepanjang Juli 2026, Indonesia mencatat 1,36 juta kunjungan wisatawan asing melalui berbagai pintu masuk utama. Dari jumlah tersebut, sekitar 83,04 persen wisatawan menggunakan moda transportasi udara.
Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali dan Bandara Soekarno-Hatta di Banten memegang peranan besar dalam arus kedatangan wisatawan internasional.
Kedua bandara tersebut secara bersama-sama menyumbang sekitar 88,80 persen dari total kunjungan wisman melalui jalur udara. Jumlahnya mencapai sekitar satu juta kunjungan sepanjang Juli 2026.
Besarnya kontribusi kedua bandara tersebut memperlihatkan peran Bali dan kawasan Jakarta serta sekitarnya sebagai gerbang penting bagi wisatawan internasional yang datang ke Indonesia.
Pariwisata Indonesia Catat Tren Positif
Pencapaian 1,53 juta kunjungan wisman ke Indonesia pada Juli 2026 memberikan sinyal positif bagi perkembangan sektor pariwisata nasional. Terlebih, jumlah wisatawan asing terus meningkat sejak April setelah mengalami penurunan selama Februari dan Maret.
Pertumbuhan kumulatif juga memperkuat tren tersebut. Dengan 8,98 juta kunjungan selama tujuh bulan pertama 2026 dan pertumbuhan 5,23 persen secara tahunan, arus wisatawan asing menunjukkan perkembangan positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Malaysia, Australia, Tiongkok, dan Singapura menjadi sejumlah pasar utama yang memberikan kontribusi besar terhadap jumlah kunjungan. Sementara itu, transportasi udara tetap menjadi moda utama bagi wisatawan internasional untuk memasuki Indonesia.
Pencapaian Juli sekaligus menjadi titik tertinggi kunjungan bulanan sepanjang Januari-Juli 2026. Jika tren pertumbuhan tersebut berlanjut, sektor pariwisata Indonesia memiliki peluang untuk mempertahankan momentum positif pada bulan-bulan berikutnya.