Igor Tolic Evaluasi Persib setelah Maung Bandung harus pulang tanpa poin dari markas Persija Jakarta pada pekan kedua Super League 2026-2027. Pelatih asal Kroasia tersebut menilai anak asuhnya terlambat menunjukkan permainan agresif dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Macan Kemayoran di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Persib sebenarnya memiliki kesempatan untuk membawa pulang hasil positif. Namun, Persija mampu memanfaatkan momentum dengan lebih baik, terutama menjelang berakhirnya babak pertama dan pada masa tambahan waktu babak kedua.

Kekalahan tersebut membuat Persib gagal menambah koleksi tiga poin yang sudah mereka miliki. Sebaliknya, Persija mengamankan kemenangan kedua sekaligus mengumpulkan enam poin dan menempati posisi ketiga klasemen sementara Super League 2026-2027.

Persija Lebih Dulu Mengambil Kendali

Persaingan sengit langsung mewarnai pertemuan dua klub dengan rivalitas panjang tersebut. Persija berusaha mengambil inisiatif serangan, sedangkan Persib mencoba mencari ruang untuk membangun peluang ke pertahanan tuan rumah.

Macan Kemayoran akhirnya memecahkan kebuntuan ketika pertandingan memasuki menit ke-41. Alexander Jeremejeff sukses menyelesaikan umpan Denis Kolinger dan membawa Persija unggul menjelang turun minum.

Gol itu membuat Persib menghadapi situasi sulit. Maung Bandung membutuhkan perubahan permainan untuk mengejar ketertinggalan setelah jeda.

Igor Tolic kemudian melakukan sejumlah penyesuaian. Perubahan tersebut perlahan meningkatkan intensitas permainan Persib, terutama ketika pertandingan memasuki setengah jam terakhir.

Pergantian Pemain Mengubah Permainan Persib

Dalam evaluasinya setelah pertandingan, Tolic mengakui Persib tidak memperlihatkan performa yang ia harapkan selama sekitar satu jam pertama. Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung Maung Bandung.

Menurut Tolic, permainan timnya baru berkembang setelah ia melakukan beberapa pergantian. Para pemain mulai meningkatkan tekanan, bergerak lebih aktif, serta menunjukkan keberanian dalam membawa permainan menuju area pertahanan Persija.

Perubahan pendekatan tersebut membuat Persib semakin berbahaya.

Maung Bandung akhirnya mendapatkan hasil dari peningkatan intensitas tersebut. Balsa Sekulic mencetak gol pada menit ke-81 dan membuat kedudukan kembali seimbang.

Gol Sekulic sekaligus membuka peluang Persib untuk membalikkan keadaan. Setelah menyamakan skor, tim tamu terus mencoba menekan Persija dan mengambil risiko lebih besar dalam menyerang.

Igor Tolic evaluasi Persib

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan komentarnya setelah timnya kalah dari Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2026-2027.

Igor Tolic Soroti Keberanian Pemain

Igor Tolic evaluasi Persib dengan menyoroti perbedaan besar antara permainan pada satu jam pertama dan 30 menit terakhir. Ia melihat timnya jauh lebih berani setelah melakukan perubahan komposisi pemain.

Pada fase tersebut, Persib meningkatkan pressing dan pergerakan tanpa bola. Para pemain juga lebih aktif mencari ruang serta menawarkan pilihan umpan kepada rekan setim.

Bagi Tolic, karakter permainan seperti itulah yang seharusnya muncul sejak awal dalam pertandingan penting menghadapi Persija.

Sayangnya, momentum Persib tidak menghasilkan poin.

Ketika pertandingan terlihat akan berakhir imbang, Persija kembali menemukan kesempatan. Stjepan Loncar mengirimkan bola yang kemudian Ivan Mamut tuntaskan melalui sundulan pada menit 90+7.

Gol pada penghujung pertandingan tersebut memastikan Persija mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1.

Persib Kehilangan Poin pada Menit Akhir

Gol Ivan Mamut menjadi pukulan berat bagi Persib karena Maung Bandung sebelumnya sudah bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Persib bahkan sempat memiliki momentum setelah Balsa Sekulic mengubah skor menjadi 1-1.

Namun, Persija menunjukkan efektivitas pada momen krusial. Tim tuan rumah memanfaatkan kesempatan terakhir untuk mengamankan tiga poin di hadapan pendukungnya.

Hasil tersebut juga memiliki arti penting bagi Macan Kemayoran. Persija akhirnya kembali mencatat kemenangan kandang atas Persib setelah terakhir kali melakukannya pada 2023.

Sementara itu, Persib harus menjadikan pertandingan tersebut sebagai bahan evaluasi. Tolic tentu perlu mencari cara agar timnya dapat menunjukkan intensitas tinggi sejak menit pertama, bukan ketika laga sudah memasuki fase akhir.

Tolic Sebut Persija Bermain dengan Motivasi Besar

Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Tolic tetap memberikan apresiasi kepada Persija. Ia menilai lawannya memperlihatkan motivasi yang sangat tinggi sepanjang laga.

Bahkan, Tolic menggambarkan semangat Persija seperti sebuah tim yang sedang memainkan final Liga Champions. Menurutnya, Macan Kemayoran mempunyai dorongan besar untuk mengakhiri penantian kemenangan ketika menghadapi Persib.

Pelatih Persib tersebut juga mengakui Persija layak mendapatkan hasil maksimal. Selain menunjukkan determinasi, tuan rumah mampu memanfaatkan momentum yang menentukan hasil akhir pertandingan.

Di sisi lain, Tolic melihat faktor keberuntungan ikut memainkan peran. Meski demikian, ia tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan atas kekalahan timnya.

Evaluasi Penting untuk Maung Bandung

Kekalahan di SUGBK memberikan pekerjaan rumah bagi Persib pada awal Super League 2026-2027. Maung Bandung kini mengoleksi tiga poin dan berada di posisi keenam klasemen sementara, sedangkan Persija mengumpulkan enam poin di peringkat ketiga.

Igor Tolic evaluasi Persib terutama pada aspek keberanian, intensitas tekanan, dan konsistensi permainan sejak awal laga. Performa pada 30 menit terakhir menunjukkan bahwa Persib sebenarnya mampu memberikan tekanan besar ketika bermain lebih agresif.

Kini, tantangan Tolic adalah membuat karakter tersebut muncul sejak pertandingan dimulai. Persib tidak bisa terus menunggu situasi mendesak sebelum meningkatkan tempo permainan, terlebih ketika menghadapi lawan dengan motivasi tinggi.

Hasil di Jakarta memang membuat Maung Bandung kehilangan tiga poin. Namun, laga tersebut sekaligus memberikan gambaran jelas mengenai bagian yang perlu segera diperbaiki. Persib membutuhkan konsistensi sepanjang pertandingan apabila ingin menjaga persaingan di papan atas Super League 2026-2027.