Ancaman Bom Air India Express memaksa sebuah penerbangan dari Dammam, Arab Saudi, menuju New Delhi, India, mengalihkan perjalanan dan melakukan pendaratan darurat di Ahmedabad pada Senin (31/8/2026). Awak pesawat mengambil langkah tersebut setelah menemukan sebuah catatan mencurigakan di toilet kabin.

Catatan itu memuat satu kata yang langsung memicu prosedur keamanan, yakni “BOMB”. Temuan tersebut membuat awak kabin segera menginformasikan situasi kepada pilot agar penerbangan dapat mengambil tindakan pencegahan secepat mungkin.

Pilot kemudian berkomunikasi dengan petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC). Setelah mempertimbangkan ancaman tersebut, pilot meminta pengalihan rute sekaligus izin untuk mendarat di Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad.

Pesawat akhirnya mencapai Ahmedabad dengan selamat. Selanjutnya, petugas bandara menjalankan pemeriksaan keamanan untuk memastikan tidak terdapat benda berbahaya di dalam pesawat.

Catatan Bertuliskan “BOMB” Ditemukan di Toilet Pesawat

Insiden bermula ketika salah satu awak kabin memasuki toilet dan menemukan selembar tisu yang memuat tulisan “BOMB”. Awak kabin tidak mengabaikan temuan tersebut karena setiap ancaman yang berkaitan dengan keamanan penerbangan membutuhkan penanganan serius.

Setelah menerima laporan dari awak kabin, pilot langsung menghubungi ATC. Pilot kemudian meminta perubahan rute penerbangan sebagai langkah antisipasi.

Pesawat yang semula menuju New Delhi akhirnya mengarah ke Ahmedabad. Pilot berhasil melakukan pendaratan dengan aman tanpa laporan mengenai gangguan selama proses pengalihan tersebut.

Setelah pesawat menyentuh landasan, petugas mengarahkannya menuju area terpencil yang berada jauh dari terminal utama. Langkah tersebut memberikan ruang bagi tim keamanan untuk menjalankan prosedur pemeriksaan sekaligus meminimalkan risiko terhadap aktivitas penerbangan lain.

Sebanyak 32 Penumpang Keluar dengan Selamat

Petugas keamanan bersama tim penjinak bom langsung mendatangi pesawat setelah pendaratan. Mereka mengamankan area sekitar sebelum memulai pemeriksaan terhadap seluruh bagian pesawat.

Sementara itu, petugas mengevakuasi 32 penumpang dari kabin. Seluruh penumpang kemudian menuju Terminal 2 dan tidak ada laporan korban luka akibat kejadian tersebut.

Proses pemeriksaan berlangsung secara menyeluruh. Tim keamanan mengecek bagian kabin, area tempat duduk penumpang, toilet hingga ruang penyimpanan kargo untuk mencari kemungkinan keberadaan bahan peledak ataupun benda mencurigakan lainnya.

Namun, petugas tidak menemukan bahan peledak selama pemeriksaan. Mereka juga tidak menemukan barang yang menunjukkan adanya ancaman nyata terhadap keselamatan penerbangan. Setelah menyelesaikan rangkaian pemeriksaan, otoritas bandara memastikan kondisi pesawat aman.

Meskipun ancaman tersebut tidak terbukti, aparat tetap menindaklanjuti kasus ini. Penyelidik berusaha mencari orang yang menaruh catatan bertuliskan “BOMB” di toilet sekaligus mengungkap alasan di balik tindakannya.

ancaman bom Air India Express

Ilustrasi pesawat Air India Express.

Air India Express Jalankan Protokol Keamanan

Air India Express turut memberikan penjelasan mengenai pengalihan penerbangan tersebut. Menurut pihak maskapai, mereka segera melibatkan Bomb Threat Assessment Committee (BTAC) setelah memperoleh informasi mengenai ancaman keamanan.

Maskapai menjelaskan bahwa penerbangan dari Dammam menuju Delhi harus beralih ke Ahmedabad sebagai tindakan pencegahan. Keputusan itu mengikuti protokol keselamatan yang berlaku ketika penerbangan menerima laporan terkait potensi ancaman bom.

Air India Express juga memastikan pesawat berhasil mendarat dengan aman. Selain itu, seluruh penumpang dapat meninggalkan pesawat tanpa mengalami cedera.

Langkah cepat awak kabin menjadi bagian penting dalam penanganan insiden tersebut. Setelah menemukan catatan mencurigakan, kru langsung meneruskan informasi kepada pilot sehingga pilot dapat berkoordinasi dengan ATC dan menentukan tindakan berikutnya.

Selanjutnya, tim keamanan di darat mengambil alih pemeriksaan begitu pesawat tiba di Ahmedabad. Mereka memastikan setiap bagian yang berpotensi menjadi lokasi penyimpanan benda mencurigakan mendapat pemeriksaan.

Penyelidikan Berlanjut Setelah Ancaman Bom Air India Express

Walaupun petugas tidak menemukan bahan peledak, pihak berwenang tetap menyelidiki ancaman bom Air India Express tersebut. Fokus penyelidikan kini mengarah pada identitas orang yang meninggalkan catatan di toilet pesawat.

Aparat juga berupaya menentukan apakah seseorang sengaja membuat ancaman palsu atau terdapat motif lain di balik kejadian itu. Penyelidikan tersebut penting karena ancaman keamanan di dalam penerbangan dapat mengganggu operasional bandara serta memengaruhi perjalanan para penumpang.

Di sisi lain, Air India Express masih harus mengikuti tahapan pemeriksaan keamanan sebelum mengoperasikan kembali pesawat. Maskapai baru dapat menggunakan pesawat tersebut setelah otoritas menyelesaikan prosedur yang diperlukan dan memastikan seluruh aspek keselamatannya memenuhi ketentuan.

Insiden ini berakhir tanpa korban setelah pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan aman di Ahmedabad. Meski petugas tidak menemukan bahan peledak, catatan bertuliskan “BOMB” tetap memicu rangkaian prosedur keamanan mulai dari pengalihan penerbangan, evakuasi 32 penumpang, pemeriksaan pesawat hingga penyelidikan terhadap pembuat ancaman.