Carlo Ancelotti – Pergantian pelatih di Timnas Italia akhirnya menemui titik terang setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih kepala baru. Keputusan tersebut mengakhiri berbagai spekulasi yang sebelumnya mengaitkan kursi pelatih Gli Azzurri dengan sejumlah nama besar, termasuk Pep Guardiola, Andrea Pirlo, hingga Carlo Ancelotti.

Di balik penunjukan Roberto Mancini, terdapat fakta menarik mengenai Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia itu mengakui sempat menerima pendekatan dari FIGC. Namun, ia memilih untuk menolak kesempatan tersebut dan tetap melanjutkan pekerjaannya bersama Timnas Brasil. Keputusan tersebut bukan di pengaruhi persoalan nilai kontrak, melainkan bentuk komitmen terhadap Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan proyek yang sedang di bangunnya.

FIGC Resmi Menunjuk Roberto Mancini sebagai Pelatih Timnas Italia

Setelah melalui proses pencarian pelatih baru, FIGC akhirnya menetapkan Roberto Mancini sebagai nahkoda Timnas Italia. Penunjukan itu sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir mengenai sosok yang akan memimpin Gli Azzurri.

Sebelumnya, sejumlah nama sempat di kaitkan dengan jabatan tersebut. Pep Guardiola menjadi salah satu kandidat yang banyak di perbincangkan setelah di kabarkan beberapa kali di dekati oleh pihak federasi melalui jajaran teknis saat itu. Selain Guardiola, Andrea Pirlo juga masuk dalam daftar figur yang ramai di bahas sebagai calon pelatih Italia.

Meski demikian, FIGC akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Roberto Mancini. Keputusan itu juga mendapat dukungan dari Presiden Komite Olimpiade Italia, Giovanni Malago, yang menilai Mancini merupakan sosok paling tepat untuk memimpin tim nasional.

Penunjukan tersebut di harapkan mampu membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional setelah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir.

Carlo Ancelotti Akui Sempat Didekati FIGC

Di tengah proses pencarian pelatih, Carlo Ancelotti ternyata juga menjadi salah satu kandidat yang di pertimbangkan oleh FIGC. Pelatih berpengalaman itu mengonfirmasi bahwa dirinya memang menerima pendekatan dari federasi negaranya.

Meski merasa tersanjung atas kepercayaan tersebut, Ancelotti memilih untuk tidak menerima tawaran itu. Baginya, keputusan tersebut bukan berkaitan dengan aspek finansial ataupun durasi kontrak. Melainkan karena ia telah memiliki tanggung jawab besar bersama Timnas Brasil.

Ancelotti menjelaskan bahwa dirinya merasa memiliki kewajiban moral untuk melanjutkan proyek yang telah di mulai bersama CBF. Menurutnya, Brasil memberikan sambutan yang sangat baik sejak awal masa kepelatihannya sehingga ia ingin membalas kepercayaan tersebut dengan tetap bekerja secara profesional.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa mantan pelatih Real Madrid itu lebih mengutamakan komitmen jangka panjang di bandingkan peluang kembali menangani tim nasional negaranya sendiri.

Carlo Ancelotti memberikan pernyataan setelah memutuskan menolak tawaran Timnas Italia dan melanjutkan karier sebagai pelatih Timnas Brasil hingga 2030.

Pelatih kepala timnas Brasil, Carlo Ancelotti, berbicara kepada media pada konferensi pers menjelang pertandingan Grup C Piala Dunia FIFA 2026 Brasil vs Maroko di Stadion New York New Jersey pada 12 Juni 2026 di East Rutherford, New Jersey.

Komitmen Bersama Timnas Brasil Menjadi Prioritas

Sebelum menerima pekerjaan sebagai pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti telah membangun reputasi sebagai salah satu pelatih paling sukses di level klub. Ia pernah menangani sejumlah raksasa Eropa seperti Real Madrid, AC Milan, hingga Bayern Muenchen dengan berbagai pencapaian bergengsi.

Namun demikian, pengalaman melatih tim nasional menjadi tantangan baru dalam perjalanan kariernya. Karena itu, ketika mendapat kepercayaan dari CBF, Ancelotti memilih untuk fokus menjalankan proyek tersebut secara maksimal.

Walaupun Brasil belum berhasil meraih gelar juara Piala Dunia 2026, federasi tetap menunjukkan kepercayaan penuh kepada pelatih asal Italia tersebut. Dukungan itu menjadi salah satu alasan mengapa Ancelotti enggan meninggalkan posisinya di tengah jalan.

Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada masyarakat Brasil yang telah menerima kehadirannya dengan baik. Menurutnya, menjaga komitmen merupakan keputusan yang paling tepat dalam situasi saat ini.

Kontrak Baru Bersama CBF hingga 2030

Sebagai bentuk kepercayaan terhadap kinerjanya, Federasi Sepak Bola Brasil resmi memperpanjang kontrak Carlo Ancelotti hingga Juni 2030. Kesepakatan tersebut memastikan dirinya tetap memimpin Selecao dalam berbagai agenda internasional penting beberapa tahun ke depan.

Selama masa kontrak baru itu, Ancelotti akan mempersiapkan Brasil menghadapi Kualifikasi Piala Dunia, Copa América 2028, serta Piala Dunia 2030. Perpanjangan kontrak tersebut menjadi bukti bahwa CBF masih menaruh keyakinan besar terhadap kepemimpinannya.

Selain memperoleh dukungan penuh dari federasi, Ancelotti juga di sebut menerima paket remunerasi yang sangat kompetitif. Nilai gajinya di perkirakan mencapai sekitar 11,3 juta dolar Amerika Serikat per tahun. Di sertai berbagai fasilitas tambahan yang menjadikannya salah satu pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi di dunia.

Ancelotti Pilih Loyal pada Proyek yang Sedang Di Bangun

Keputusan Carlo Ancelotti untuk menolak tawaran FIGC sekaligus bertahan bersama Timnas Brasil memperlihatkan pentingnya loyalitas terhadap proyek jangka panjang yang telah di sepakati. Meskipun kesempatan menangani Timnas Italia merupakan sebuah kehormatan besar, ia menilai melanjutkan pekerjaannya di Brasil merupakan langkah yang paling tepat.

Sementara itu, Italia kini resmi memasuki era baru bersama Roberto Mancini. Di sisi lain, Ancelotti akan tetap fokus membangun kekuatan Selecao demi menghadapi berbagai turnamen internasional hingga Piala Dunia 2030. Dengan demikian, kedua negara akan menjalani perjalanan berbeda bersama pelatih pilihan masing-masing dalam upaya meraih prestasi di panggung sepak bola dunia.