Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung – meresmikan Kelenteng Tian Fu Gong di kawasan Pantai Indah Kapuk atau PIK, Jakarta Utara. Dalam acara tersebut, Pramono menyampaikan harapannya agar kelenteng ini membawa keberkahan, kebersamaan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pramono menilai Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang yang mampu memperkuat nilai toleransi dan keberagaman. Karena itu, ia mendukung pembangunan tempat ibadah yang juga memiliki nilai budaya dan pariwisata.
Menurutnya, Jakarta sebagai kota global harus menghadirkan suasana yang inklusif dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Kehadiran Kelenteng Tian Fu Gong menjadi salah satu simbol keberagaman budaya yang berkembang di ibu kota.
Selain menjadi tempat ibadah, kelenteng ini juga berpotensi menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Pramono berharap masyarakat dapat menikmati suasana religi sekaligus mengenal budaya Tionghoa lebih dekat.
PIK Kembangkan Konsep Wisata Religi Modern
Pramono mengapresiasi langkah pengelola PIK yang menghadirkan berbagai tempat ibadah dalam satu kawasan. Menurutnya, konsep tersebut mampu menciptakan daya tarik wisata baru di Jakarta.
Di kawasan PIK, masyarakat dapat menemukan tempat ibadah dari berbagai agama seperti Islam, Katolik, Buddha, dan Taoisme. Kehadiran beragam rumah ibadah tersebut menunjukkan wajah Jakarta yang terbuka terhadap keberagaman budaya dan keyakinan.
Pramono juga menilai pengelola PIK berhasil membangun konsep wisata yang modern dan menarik. Ia menyebut banyak destinasi wisata di Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi pengelola sering kurang maksimal dalam melakukan promosi dan pengemasan konsep wisata.
Karena itu, ia optimistis masyarakat akan tertarik mengunjungi kawasan PIK. Selain menikmati fasilitas modern, pengunjung juga dapat mempelajari nilai budaya dan spiritual dari berbagai komunitas yang ada di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan sambutan saat menghadiri Peresmian Agung Klenteng Tian Fu Gong di Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
Kelenteng Tian Fu Gong Jadi Pusat Interaksi Sosial
Pramono berharap Kelenteng Tian Fu Gong dapat menjadi pusat interaksi sosial bagi masyarakat. Ia ingin tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi ibadah, tetapi juga sebagai ruang untuk mempererat hubungan antarkomunitas.
Menurut Pramono, masyarakat dapat memanfaatkan kelenteng tersebut untuk mempelajari sejarah, budaya, dan tradisi leluhur Tionghoa. Ia menilai generasi muda perlu mengenal akar budaya mereka agar tetap menghargai warisan sejarah keluarga dan komunitasnya.
Pramono juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan sosial di tengah kehidupan perkotaan yang semakin modern. Dengan adanya ruang interaksi seperti kelenteng, masyarakat bisa saling mengenal dan membangun hubungan yang lebih harmonis.
Ia berharap pengunjung tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga mempelajari nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Langkah tersebut dapat membantu memperkuat toleransi dan rasa saling menghormati antarwarga Jakarta.
Wisata Budaya Berpotensi Tingkatkan Ekonomi
Pramono menilai pengembangan wisata religi dan budaya dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Kawasan PIK sendiri terus berkembang menjadi salah satu destinasi populer di Jakarta. Banyak wisatawan datang untuk menikmati kuliner, hiburan, hingga wisata budaya yang kini mulai berkembang di kawasan tersebut.
Kehadiran Kelenteng Tian Fu Gong menambah daya tarik baru bagi kawasan PIK. Tempat ini berpotensi menjadi ikon wisata religi yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Pramono berharap pengelola kawasan terus meningkatkan kualitas fasilitas dan promosi wisata agar semakin banyak wisatawan berkunjung ke Jakarta. Ia yakin konsep wisata modern yang berpadu dengan budaya lokal akan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Jakarta Ingin Jadi Kota Global yang Inklusif
Pramono menegaskan bahwa Jakarta harus terus berkembang sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah mendukung berbagai kegiatan dan pembangunan yang memperkuat keberagaman budaya di ibu kota.
Ia juga berharap masyarakat menjaga semangat toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberagaman budaya dan agama justru menjadi kekuatan utama Jakarta sebagai kota metropolitan.
Melalui kehadiran Kelenteng Tian Fu Gong, Pramono ingin masyarakat semakin menghargai perbedaan dan memperkuat hubungan sosial antarkomunitas. Dengan kerja sama seluruh pihak, Jakarta dapat berkembang menjadi kota modern yang tetap menjaga nilai budaya dan keharmonisan sosial.