Grandmax Tertabrak KA Majapahit di Sragen setelah kendaraan tersebut mengalami masalah mesin ketika berada di jalur rel pada Senin (7/9/2026) malam. Insiden terjadi di perlintasan tanpa palang pintu yang berada di Sentulan RT 2 RW 1, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.
Peristiwa sekitar pukul 23.30 itu melibatkan sebuah Daihatsu Grandmax yang membawa dua orang. Mukiyanto (45) mengemudikan kendaraan tersebut, sedangkan Sriyatun (45) berada di dalam mobil sebagai penumpang.
Keduanya berhasil keluar dari kendaraan sebelum KA Majapahit mencapai lokasi. Langkah cepat tersebut membuat Mukiyanto dan Sriyatun terhindar dari benturan langsung antara kereta dan mobil.
Mobil Mengalami Masalah Saat Berada di Jalur Rel
Kapolsek Kalijambe AKP Joko Margo Utomo menjelaskan kronologi kejadian. Sebelum kecelakaan, Grandmax bergerak dari sisi timur menuju barat dan melewati perlintasan kereta yang tidak memiliki palang pintu.
Pada waktu yang hampir bersamaan, KA Majapahit bergerak dari selatan menuju utara. Situasi kemudian berubah menjadi darurat ketika mesin Grandmax berhenti saat kendaraan masih berada di area rel.
Jarak kereta yang semakin dekat membuat pengemudi dan penumpang tidak memiliki banyak waktu. Keduanya memilih meninggalkan kendaraan demi menyelamatkan diri.
Keputusan tersebut membuat mereka berhasil menjauh sebelum kereta mencapai perlintasan. Setelah itu, KA Majapahit menghantam Grandmax yang masih berada di jalur.
Benturan tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada kendaraan. Meski berhasil menghindari tabrakan secara langsung, dua orang yang sebelumnya berada di dalam Grandmax mengalami syok. Mereka kemudian mendapat penanganan di rumah sakit.

Kondisi Grandmax hitam yang rusak parah setelah tertabrak KA Majapahit perlintasan kereta api tanpa palang pintu wilayah Sentulan RT 2 RW 1 Desa Kalimacan Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen pada Senin (7/9/2026) malam.
Penumpang KA Majapahit Mendengar Klakson Sebelum Benturan
Situasi menegangkan juga dirasakan oleh orang-orang yang berada di dalam KA Majapahit. Salah seorang penumpang bernama Tiwi menceritakan bahwa kereta telah memberikan peringatan suara sebelum insiden terjadi.
Menurut keterangannya, masinis beberapa kali membunyikan klakson ketika kereta mendekati lokasi. Tak lama kemudian, penumpang mendengar bunyi klakson panjang yang disusul benturan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang di dalam kereta terkejut dan berteriak. Mereka menyadari kereta baru saja mengenai sesuatu ketika melintasi perlintasan tersebut.
KA Majapahit kemudian menghentikan perjalanan untuk sementara setelah kecelakaan. Setelah situasi memungkinkan, kereta kembali bergerak dan melanjutkan perjalanan.
Polisi Ingatkan Pengendara Waspada di Perlintasan Tanpa Palang
Kecelakaan di Desa Kalimacan tersebut kembali menunjukkan pentingnya kewaspadaan ketika pengendara melewati jalur kereta, terutama pada perlintasan yang tidak memiliki palang pintu.
AKP Joko Margo Utomo mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kehati-hatian setiap kali hendak menyeberangi rel. Pengendara perlu memastikan kondisi sekitar benar-benar aman sebelum memasuki area perlintasan.
Perlintasan tanpa palang membutuhkan perhatian lebih besar dari setiap pengguna jalan. Oleh karena itu, pengendara harus mengamati jalur dari kedua arah dan memperhitungkan kemungkinan kereta melintas sebelum membawa kendaraannya menyeberang.
Dalam peristiwa ini, Mukiyanto dan Sriyatun memiliki kesempatan untuk meninggalkan Grandmax ketika mesin kendaraan berhenti di rel. Mereka berhasil menjauh sebelum KA Majapahit menghantam mobil tersebut.
Meskipun kendaraan mengalami kerusakan berat, tidak ada laporan bahwa kedua orang tersebut terkena benturan langsung dari kereta. Namun, kejadian itu membuat keduanya mengalami syok sehingga mereka harus mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Sementara itu, KA Majapahit sempat berhenti setelah kecelakaan sebelum akhirnya meneruskan perjalanan. Insiden pada Senin malam tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan risiko ketika melintasi perpotongan jalan raya dan jalur kereta, khususnya di lokasi yang tidak memiliki palang pintu.