Kuku Rusak Akibat Akrilik membutuhkan waktu untuk kembali tumbuh sehat dan tidak dapat pulih secara instan setelah lapisan akrilik dilepas. Tingkat kerusakan serta posisi bagian kuku yang bermasalah turut menentukan panjangnya proses pemulihan.
Sebagian orang memilih kuku akrilik untuk mendapatkan tampilan kuku yang lebih panjang, rapi, dan sesuai dengan gaya yang mereka inginkan. Namun, setelah melepasnya, beberapa orang menemukan perubahan pada kondisi kuku asli. Kuku dapat terlihat lebih tipis, terasa rapuh, atau mudah mengelupas.
Dalam kasus yang lebih berat, masalah dapat berkembang hingga memicu infeksi atau onikolisis. Kondisi terakhir terjadi ketika lempeng kuku mulai terpisah dari dasar kuku. Karena itu, kuku yang menunjukkan tanda kerusakan memerlukan waktu dan perawatan sebelum seseorang kembali menggunakan akrilik.
Berapa Lama Kuku Rusak akibat Akrilik Bisa Pulih?
Pendiri Nail Career Education sekaligus teknisi dan pengajar perawatan kuku, Suzie Moskal, menjelaskan bahwa lokasi kerusakan menentukan lamanya proses pemulihan. Moskal telah berkecimpung dalam bidang perawatan kuku selama sekitar 40 tahun.
Menurut Moskal, kuku tangan tumbuh sekitar 2–3 milimeter setiap bulan. Dengan kecepatan pertumbuhan tersebut, seseorang umumnya perlu menunggu sekitar tiga sampai enam bulan sampai kuku baru tumbuh sepenuhnya, tergantung posisi kerusakannya.
Dengan demikian, melepas kuku akrilik tidak langsung mengembalikan kondisi kuku asli. Bagian yang mengalami masalah perlu bergerak keluar secara bertahap mengikuti pertumbuhan kuku baru.
Oleh sebab itu, proses pemulihan membutuhkan kesabaran. Semakin jauh posisi kerusakan dari ujung kuku, semakin panjang pula perjalanan pertumbuhan yang perlu dilewati sebelum bagian tersebut akhirnya tergantikan.
Apa yang Membuat Kuku Rusak Setelah Memakai Akrilik?
Moskal menekankan bahwa bahan akrilik tidak selalu menjadi penyebab utama kerusakan kuku. Sebaliknya, teknik pemasangan, perawatan selama pemakaian, dan metode pelepasan mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan kuku asli.
Sebagai contoh, teknisi dapat membuat kuku asli menjadi lebih tipis apabila mengikis permukaannya secara berlebihan saat mempersiapkan pemasangan. Selain itu, cara melepas akrilik secara kasar juga berpotensi menimbulkan masalah pada kuku.
Karena alasan tersebut, seseorang perlu memperhatikan seluruh proses penggunaan kuku akrilik, bukan hanya produknya. Persiapan kuku yang tepat, teknik pemasangan yang benar, perawatan rutin, serta proses pelepasan yang lembut membantu menjaga kondisi kuku asli.
Moskal menilai bahwa kasus kerusakan umumnya berkaitan dengan cara seseorang memasang, merawat, atau melepas produk. Jadi, memakai akrilik tidak otomatis membuat kuku asli mengalami kerusakan.

Ilustrasi kuku.
Kenali Tanda Kuku Mengalami Kerusakan
Setelah melepas akrilik, perhatikan perubahan pada permukaan dan kekuatan kuku. Kerusakan ringan dapat membuat kuku terlihat lebih tipis, mudah mengelupas, atau terasa lebih rapuh dibandingkan kondisi sebelumnya.
Namun, masalah tidak selalu berhenti pada permukaan. Kerusakan yang lebih dalam dapat meningkatkan risiko infeksi. Selain itu, seseorang juga dapat mengalami onikolisis, yakni kondisi saat lempeng kuku terpisah dari dasar kuku.
Jika perubahan tersebut muncul setelah melepas akrilik, jangan langsung memasang produk baru. Memberikan kesempatan kepada bagian yang bermasalah untuk tumbuh keluar dapat menjadi langkah penting dalam proses pemulihan.
Beri Kesempatan Kuku Baru untuk Tumbuh
Moskal menyarankan orang yang mengalami kerusakan untuk menghentikan penggunaan akrilik sementara waktu. Sebaiknya tunggu sampai bagian kuku yang bermasalah tumbuh sepenuhnya sebelum kembali menggunakan produk tersebut.
Selama menunggu pertumbuhan kuku baru, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kondisi kuku. Salah satunya dengan mempertahankan kuku dalam ukuran pendek. Selain itu, rapikan kuku secara rutin dan kurangi paparan terhadap bahan kimia keras.
Perawatan area di sekitar kuku juga perlu mendapat perhatian. Moskal merekomendasikan penggunaan minyak kutikula untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit di sekitar kuku.
Kebiasaan sehari-hari pun tidak kalah penting. Hindari memakai kuku untuk membuka atau mengungkit benda karena aktivitas tersebut memberikan tekanan tambahan pada kuku yang sedang tumbuh.
Selain itu, jangan menarik, mencabut, atau mengelupas lapisan akrilik sendiri. Tindakan semacam ini dapat memberikan tekanan pada kuku asli dan berpotensi memperburuk kondisinya.
Pemilihan Teknisi Kuku Juga Perlu Diperhatikan
Pencegahan menjadi bagian penting apabila seseorang ingin kembali menggunakan kuku akrilik setelah kukunya pulih. Karena itu, Moskal menyarankan untuk memilih teknisi kuku berpengalaman yang menempatkan kesehatan kuku asli sebagai prioritas.
Teknisi perlu melakukan persiapan secara tepat sebelum memasang produk. Selanjutnya, pengguna juga perlu menjalani perawatan yang sesuai selama memakai akrilik dan menggunakan metode yang lembut ketika melepasnya.
Pada akhirnya, kuku rusak akibat akrilik memerlukan proses pertumbuhan alami sebelum kembali seperti semula. Dengan pertumbuhan sekitar 2–3 milimeter setiap bulan, proses mendapatkan kuku baru secara menyeluruh umumnya memakan waktu sekitar tiga hingga enam bulan.
Selama periode tersebut, menjaga kuku tetap pendek, merawat area kutikula, mengurangi paparan bahan kimia keras, dan menghindari tekanan berlebihan dapat membantu menjaga kuku selama proses pertumbuhan. Setelah kuku yang rusak tumbuh sepenuhnya, barulah penggunaan akrilik dapat dipertimbangkan kembali dengan teknik pemasangan dan pelepasan yang tepat.