Nonton Bola – Pertandingan sepak bola yang berlangsung hingga larut malam sering membuat banyak penggemar rela mengurangi waktu tidur. Untuk menjaga konsentrasi selama menyaksikan pertandingan, sebagian orang memilih mengonsumsi kopi atau minuman berkafein. Namun, kebiasaan tersebut tetap membutuhkan batasan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K, mengingatkan bahwa konsumsi kopi saat begadang perlu dilakukan secara bijak. Menurutnya, kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk, tetapi efeknya dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh.

Oleh karena itu, seseorang perlu memperhatikan jumlah serta waktu mengonsumsi kopi agar tidak mengganggu kualitas tidur setelah pertandingan selesai.

Kafein Dapat Bertahan Berjam-jam di Dalam Tubuh

Banyak orang menganggap secangkir kopi sebagai solusi instan untuk melawan rasa kantuk. Namun, tidak semua orang memahami bahwa kafein memiliki waktu paruh yang cukup panjang.

Secara umum, tubuh membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk mengurangi setengah kadar kafein yang masuk ke dalam sistem metabolisme. Karena itu, konsumsi kopi yang terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat seseorang sulit beristirahat meskipun tubuh sudah merasa lelah.

Untuk kebutuhan begadang sesekali, satu cangkir kopi biasanya sudah cukup membantu menjaga fokus selama menonton pertandingan. Selain itu, pemilihan waktu minum juga memegang peranan penting agar efek stimulasi tidak bertahan hingga waktu tidur.

Dengan pengaturan yang tepat, seseorang tetap dapat menikmati pertandingan tanpa harus mengorbankan kualitas istirahat secara berlebihan.

Ketahui Batas Aman Konsumsi Kafein

Selain memperhatikan waktu konsumsi, setiap individu juga perlu memahami batas aman asupan kafein harian. Pada orang dewasa yang sehat, konsumsi kafein umumnya tidak boleh melebihi 400 miligram per hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar empat cangkir kopi, tergantung jenis dan metode penyeduhannya.

Meski demikian, tidak semua orang memiliki toleransi yang sama terhadap kafein. Individu yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi sebaiknya membatasi konsumsi kafein hingga sekitar 200 miligram per hari.

Pembatasan tersebut bertujuan menjaga tekanan darah tetap stabil sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan lainnya. Oleh sebab itu, seseorang perlu mengenali kondisi tubuhnya sebelum mengonsumsi minuman berkafein dalam jumlah besar.

Susu Bisa Menjadi Alternatif, tetapi Tetap Perlu Perhatian

Selain kopi, sebagian orang memilih susu sebagai teman begadang. Minuman ini menawarkan kandungan nutrisi yang lebih lengkap karena mengandung protein, vitamin, dan berbagai mineral yang bermanfaat bagi tubuh.

Namun, susu tidak selalu menjadi pilihan ideal bagi semua orang. Kandungan tryptophan dalam susu dapat memicu rasa kantuk sehingga kurang cocok bagi mereka yang ingin tetap terjaga sepanjang malam.

Di sisi lain, individu yang memiliki intoleransi glukosa juga perlu berhati-hati. Konsumsi susu saat perut kosong, terutama ketika begadang, berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman seperti mual atau gangguan pencernaan.

Karena itu, pemilihan minuman saat begadang sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan respons tubuh masing-masing.

Tips Sehat

Sejumlah pengunjung mengikuti nonton bareng siaran langsung pertandingan sepak bola antara Timnas Indonesia melawan Arab Saudi pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di salah satu warung kopi di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (9/10/2025). Nonton bareng (nobar) tersebut digelar untuk mendukung Timnas Indonesia.

Pilih Camilan Sehat Jika Merasa Lapar

Saat terjaga hingga larut malam, sebagian orang sering merasa lapar dan tergoda mengonsumsi makanan tinggi gula atau makanan cepat saji. Padahal, tubuh sebenarnya tidak membutuhkan asupan makanan dalam jumlah besar pada waktu tersebut.

Jika rasa lapar muncul, pilihan terbaik adalah mengonsumsi makanan ringan yang lebih sehat. Buah-buahan segar dapat menjadi sumber vitamin dan serat yang baik. Selain itu, kacang rebus juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa menambah beban berlebihan bagi sistem pencernaan.

Pilihan makanan yang tepat tidak hanya membantu menjaga energi selama begadang, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kurang Tidur Dapat Memicu Berbagai Risiko Kesehatan

Meskipun begadang untuk menonton pertandingan sepak bola mungkin hanya terjadi sesekali, kebiasaan tersebut tetap perlu mendapat perhatian. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Penelitian menunjukkan bahwa durasi tidur yang tidak mencukupi dapat memengaruhi tekanan darah, kadar kolesterol, hingga fungsi metabolisme tubuh. Bahkan, kebiasaan begadang yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan kronis.

Karena itu, menjaga keseimbangan antara hiburan dan kebutuhan istirahat menjadi hal yang sangat penting. Seseorang dapat menyiasati jadwal pertandingan dengan tidur lebih awal sebelum pertandingan dimulai atau mengganti waktu tidur yang hilang pada siang hari jika memungkinkan.

Menikmati Pertandingan Tetap Bisa Sehat

Menonton pertandingan sepak bola hingga dini hari memang menjadi momen yang menyenangkan bagi banyak penggemar. Namun, menjaga kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama.

Dengan membatasi konsumsi kopi, memilih camilan yang lebih sehat, serta menjaga durasi tidur, seseorang dapat menikmati pertandingan favorit tanpa mengabaikan kondisi tubuh. Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga stamina sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kurang tidur.

Pada akhirnya, menikmati sepak bola dan menjaga kesehatan dapat berjalan beriringan selama dilakukan dengan pola yang seimbang dan penuh kesadaran.