Gadget AI – rencana peluncuran pertama dari OpenAI semakin menunjukkan arah yang jelas. Sejak rumor awal muncul pada Mei 2025, OpenAI terus mengembangkan proyek ini secara intensif. Kini, perusahaan tersebut memberi sinyal kuat bahwa mereka akan memperkenalkan perangkat AI perdana kepada publik pada paruh kedua tahun 2026.

Chief Policy Officer OpenAI, Chris Lehane, menyampaikan kabar ini dalam forum Axios House di Davos pada Januari 2026. Dalam forum tersebut, Lehane menegaskan bahwa OpenAI berada pada jalur pengembangan yang sesuai dengan target. Ia menyebut perusahaan sedang mempersiapkan sesuatu yang signifikan menjelang akhir 2026. Namun, OpenAI belum menetapkan jadwal penjualan resmi untuk pasar massal.

Pernyataan ini memperkuat laporan industri yang memprediksi pemasaran gadget AI OpenAI akan berlangsung pada 2027. Meski demikian, pengenalan produk pada 2026 tetap memiliki arti penting bagi industri teknologi global.

Gadget AI OpenAI buatan induk ChatGPT yang dikembangkan bersama desainer iPhone

OpenAI bersama mantan desainer legendaris iPhone, Jony Ive, disebut tengah menyiapkan perangkat berbentuk pulpen AI yang terhubung ke ChatGPT.

Perubahan Strategi OpenAI dari Software ke Perangkat Keras

Selama ini, OpenAI membangun reputasi sebagai pengembang model kecerdasan buatan dan perangkat lunak. Melalui proyek gadget AI ini, OpenAI mengambil langkah strategis untuk memasuki sektor perangkat keras. Perusahaan ingin menghadirkan AI dalam bentuk yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari pengguna.

Langkah ini mencerminkan pergeseran fokus bisnis OpenAI. Perusahaan tidak lagi hanya menyediakan teknologi berbasis cloud, tetapi juga merancang perangkat fisik sebagai antarmuka utama AI. Dengan strategi tersebut, OpenAI berupaya mengendalikan pengalaman pengguna secara menyeluruh.

Sejumlah analis industri melihat langkah ini sebagai titik balik penting. Mereka menilai OpenAI tengah membangun fondasi ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi, mulai dari model AI hingga perangkat yang digunakan secara langsung.

Kolaborasi Sam Altman dan Jony Ive sebagai Kunci Desain

Pengembangan gadget AI OpenAI berjalan seiring dengan kolaborasi antara CEO OpenAI, Sam Altman, dan desainer ternama, Jony Ive. Keduanya menggagas proyek ini melalui tim desain bernama “io”, yang beroperasi di bawah perusahaan desain LoveFrom.

Pada Mei 2025, OpenAI mengakuisisi tim io dengan nilai sekitar 6,5 miliar dolar AS. Setelah akuisisi tersebut, OpenAI langsung memperkuat tim dengan merekrut talenta desain dan teknologi berpengalaman. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membangun produk hardware berstandar tinggi.

Salah satu talenta yang bergabung adalah Janum Trivedi. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai engineer dan desainer antarmuka di Apple. Trivedi berkontribusi pada berbagai fitur iPadOS, termasuk Split View, multitasking drag and drop, serta gesture pointer.

Kehadiran Trivedi menegaskan fokus OpenAI pada pengalaman pengguna. Perusahaan ingin menciptakan interaksi AI yang terasa alami, intuitif, dan mudah digunakan dalam berbagai situasi.

Konsep Perangkat AI dengan Pendekatan Audio Portabel

Hingga saat ini, OpenAI belum mengungkap detail resmi mengenai bentuk produk. Namun, berbagai laporan industri menyebut bahwa gadget AI pertama ini akan mengutamakan interaksi berbasis audio. Konsep tersebut mengarah pada perangkat portabel yang praktis dan ringan.

Beberapa sumber menggambarkan desainnya menyerupai pemutar musik sederhana seperti iPod Shuffle generasi awal. Pengguna dapat mengenakan perangkat tersebut di leher untuk aktivitas harian. Perangkat ini juga akan terhubung dengan smartphone dan komputer untuk memanfaatkan daya komputasi utama.

Pendekatan ini memungkinkan OpenAI menghadirkan perangkat yang efisien tanpa bergantung pada spesifikasi internal yang besar. Dengan cara tersebut, gadget AI dapat berfungsi sebagai penghubung langsung antara pengguna dan sistem AI.

Pulpen AI dan Potensi Produksi Berskala Global

Selain perangkat audio, OpenAI juga mengembangkan konsep pulpen AI. Perangkat ini berpotensi mengubah tulisan tangan menjadi teks digital secara instan. Pengguna kemudian dapat memanfaatkan ChatGPT untuk merangkum, mengedit, atau menganalisis catatan tersebut.

Pulpen AI ini juga dikabarkan memiliki fitur always-on listening. Fitur tersebut memungkinkan AI memahami konteks memo dan percakapan secara real-time. Dalam bocoran internal, proyek ini menggunakan nama kode “Gumdrop”.

Untuk proses produksi, OpenAI mempertimbangkan kerja sama dengan Foxconn. Perusahaan tersebut dikenal sebagai mitra manufaktur berbagai perangkat teknologi global, termasuk iPhone.

Jony Ive pernah menyampaikan pandangannya mengenai inovasi dan ketidakpastian. Menurutnya, perusahaan besar perlu berani menghadapi ambiguitas untuk menciptakan terobosan baru. Ia memperkirakan perangkat keras AI hasil kolaborasinya dengan OpenAI dapat muncul dalam kurun dua tahun sejak 2025. Melihat perkembangan saat ini, target tersebut semakin mendekati kenyataan.