Pemenuhan gizi seimbang – merupakan faktor fundamental dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Upaya ini tidak hanya penting dilakukan pada usia sekolah, tetapi perlu dimulai sejak fase paling awal kehidupan, bahkan sejak masa kehamilan. Kesadaran akan pentingnya gizi sejak dini menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Luthfianti Diana Mauludiyah, SGz., RD., menyampaikan bahwa pemenuhan gizi seimbang sebaiknya dilakukan sedini mungkin, yakni sejak ibu mengandung hingga anak melewati fase awal kehidupannya. Menurutnya, periode ini merupakan waktu yang sangat menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai Masa Kritis

Dalam kajian gizi dan kesehatan anak, di kenal konsep 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini terdiri dari sekitar 270 hari masa kehamilan dan 730 hari setelah kelahiran. Pada fase inilah perkembangan organ tubuh, otak, dan sistem imun berlangsung sangat pesat.

Kecukupan gizi pada masa ini memiliki dampak jangka panjang terhadap kemampuan belajar, daya tahan tubuh, serta risiko penyakit kronis di kemudian hari. Oleh karena itu, asupan nutrisi ibu hamil dan bayi perlu di perhatikan secara serius agar pertumbuhan berlangsung optimal.

Ilustrasi asupan gizi seimbang sejak dini untuk mendukung tumbuh kembang anak

Seorang ibu menyuapi balitanya makanan bergizi dalam kegiatan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok 3B di Posyandu Roudi, Distrik Manokwari Timur, Papua Barat, sebagai upaya pemenuhan gizi balita dan pencegahan stunting.

Pentingnya Gizi pada Usia Balita dan Prasekolah

Setelah melewati fase 1.000 HPK, pemenuhan gizi tetap harus dilanjutkan secara konsisten. Usia balita dan prasekolah, yakni sekitar 2–5 tahun, merupakan fase penting dalam perkembangan bahasa, motorik, serta kemampuan eksplorasi anak. Pada tahap ini, anak mulai aktif mengenal lingkungan sekitar dan membutuhkan energi yang cukup untuk menunjang aktivitasnya.

Asupan gizi yang tidak seimbang pada usia ini dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan perilaku anak. Oleh sebab itu, orang tua perlu memastikan bahwa pola makan anak mengandung zat gizi yang lengkap dan bervariasi.

Kebutuhan Nutrisi Anak Usia Sekolah

Memasuki usia sekolah, anak berada dalam fase belajar yang lebih intensif. Aktivitas akademik yang meningkat menuntut konsentrasi, daya ingat, serta stamina fisik yang baik. Pada tahap ini, gizi berperan penting dalam mendukung fungsi otak dan kebugaran tubuh.

Asupan energi, protein, vitamin, dan mineral yang memadai dapat membantu anak lebih fokus saat belajar dan lebih aktif dalam kegiatan sehari-hari. Sebaliknya, kekurangan gizi dapat berdampak pada penurunan prestasi akademik dan meningkatnya risiko kelelahan.

Konsistensi Pemberian Gizi Seimbang Setiap Hari

Luthfianti menegaskan bahwa gizi seimbang tidak boleh diberikan hanya pada usia tertentu saja. Pemenuhan kebutuhan nutrisi harus di lakukan secara konsisten setiap hari, menyesuaikan dengan usia dan aktivitas anak. Konsistensi ini penting agar kebutuhan angka kecukupan gizi (AKG) dapat terpenuhi secara optimal.

Dalam satu kali makan, komposisi makanan sebaiknya mencakup sumber energi, protein, lemak, serta serat. Kombinasi tersebut membantu tubuh memperoleh nutrisi yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan dan metabolisme.

Peran Program Makan Bergizi Gratis dalam Mendukung Gizi Anak

Upaya pemenuhan gizi anak juga di perkuat melalui kebijakan pemerintah. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak positif di berbagai daerah. Anak-anak yang menerima manfaat program ini terlihat lebih aktif, jarang sakit, dan memiliki semangat belajar yang lebih tinggi.

Program MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak usia sekolah dari jenjang PAUD sampai SMA. Cakupan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Kesadaran Orang Tua sebagai Kunci Keberlanjutan Gizi Anak

Meskipun program pemerintah berperan penting, Dadan menekankan bahwa keberhasilan peningkatan gizi anak sangat bergantung pada peran orang tua di rumah. Tanpa pemahaman yang baik mengenai kebutuhan gizi anak, upaya pemenuhan nutrisi tidak akan berjalan optimal.

Orang tua perlu memahami pentingnya komposisi makanan yang seimbang dan berkelanjutan. Kesadaran ini menjadi faktor utama dalam mendukung tujuan jangka panjang, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui generasi yang sehat dan berkualitas.