Penculikan WNA Ukraina – Polda Bali terus menyelidiki kasus dugaan penculikan yang melibatkan warga negara Ukraina berinisial IK atau Igor. Hingga kini, tim penyidik masih berupaya memastikan lokasi fisik korban di tengah mencuatnya temuan potongan tubuh di wilayah Gianyar yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Aparat menegaskan komitmen untuk memburu para pelaku dan menuntaskan kasus ini secara menyeluruh. Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali mengerahkan berbagai metode investigasi, termasuk analisis digital dan pemeriksaan forensik.
Data Imigrasi Pastikan Igor Masih di Indonesia
Penyidik memeriksa data perlintasan keimigrasian untuk memastikan status perjalanan Igor. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa Igor belum tercatat keluar dari wilayah Indonesia melalui jalur resmi.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menegaskan bahwa sistem imigrasi akan langsung mendeteksi jika seseorang meninggalkan Indonesia. Karena data tidak menunjukkan adanya perlintasan, aparat menyimpulkan bahwa Igor masih berada di dalam negeri.
Meski demikian, tim penyidik terus menyisir berbagai lokasi untuk menemukan keberadaan korban. Polisi juga meminta masyarakat tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu proses penyidikan.

Penculikan WNA Ukraina
Kronologi Dugaan Penculikan di Jimbaran
Peristiwa ini bermula pada Minggu malam, 15 Februari 2026, di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Saat itu, sekelompok pria warga negara asing diduga menculik Igor.
Penyidik mengidentifikasi enam terduga pelaku yang berinisial RM, VK, AS, VN, SM, dan DH. Aksi tersebut memicu perhatian luas setelah sebuah video pengakuan Igor yang meminta tebusan beredar di media sosial.
Video itu menyebar dengan cepat dan mendorong aparat bergerak sigap. Tim siber dan penyidik lapangan langsung menelusuri sumber penyebaran serta jejak digital yang muncul dari rekaman tersebut.
Polisi Lacak Kendaraan dan Jejak Digital
Tim penyidik memanfaatkan rekaman CCTV serta data GPS kendaraan untuk memetakan pergerakan para terduga pelaku. Penelusuran ini mengarah pada satu unit mobil Avanza dan dua sepeda motor yang melintas di wilayah Tabanan dan Badung.
Polisi menemukan fakta bahwa seseorang menyewa mobil tersebut dengan menggunakan paspor palsu. Aparat kemudian mengidentifikasi penyewa sebagai WN asal Nigeria berinisial C.
Petugas menangkap C di Nusa Tenggara Barat pada 23 Februari 2026. Dalam pemeriksaan awal, C mengaku hanya menyewa kendaraan atas permintaan pihak lain dengan imbalan Rp6 juta. Namun, penyidik tetap mendalami keterangannya untuk memastikan tingkat keterlibatannya dalam rangkaian peristiwa.
Temuan Vila dan Bukti Darah
Melalui pelacakan GPS kendaraan, penyidik menemukan bahwa mobil sempat berhenti di sebuah vila di Tabanan. Tim kemudian mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan pemeriksaan langsung.
Di vila itu, tim forensik menemukan sampel darah. Petugas membandingkan sampel tersebut dengan darah yang terdapat di kendaraan sewaan. Hasil awal menunjukkan kecocokan antara kedua sampel tersebut.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa vila tersebut memiliki peran penting dalam peristiwa penculikan. Polisi terus mengumpulkan bukti tambahan untuk membangun konstruksi perkara secara utuh.
Penyelidikan Terkait Temuan Potongan Tubuh di Gianyar
Di tengah proses penyidikan, aparat menerima laporan mengenai penemuan potongan tubuh di wilayah Gianyar. Polisi segera melakukan identifikasi forensik untuk mengetahui identitas korban.
Tim laboratorium forensik kini menganalisis sampel biologis guna memastikan apakah temuan tersebut memiliki hubungan dengan kasus penculikan Igor. Aparat menunggu hasil uji ilmiah sebelum menarik kesimpulan resmi.
Komitmen Polisi Ungkap Kasus Secara Tuntas
Polda Bali terus memburu enam terduga pelaku yang masih dalam pencarian. Aparat memperluas koordinasi dengan instansi terkait dan memperketat pengawasan di berbagai titik strategis.
Penyidik menegaskan bahwa mereka akan memproses setiap pihak yang terlibat sesuai hukum yang berlaku. Polisi juga mengajak masyarakat untuk melaporkan informasi yang relevan guna mempercepat pengungkapan kasus.
Melalui kerja cepat dan terukur, aparat berharap dapat segera menemukan Igor serta mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara transparan. Polisi berkomitmen menjaga keamanan wilayah sekaligus memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.