ASEAN Para Games – pemenuhan hak atlet disabilitas menjadi fondasi penting dalam pengembangan olahraga yang inklusif. Prestasi yang diraih atlet disabilitas tidak hanya mencerminkan kemampuan individu, tetapi juga menunjukkan keberpihakan negara terhadap prinsip kesetaraan. Dalam konteks tersebut, pengawasan terhadap pemenuhan hak atlet perlu dilakukan secara konsisten.
Ajang ASEAN Para Games 2025 menjadi momentum penting bagi atlet disabilitas Indonesia. Di balik keberhasilan kontingen nasional, terdapat proses pengawalan yang bertujuan memastikan seluruh hak atlet terpenuhi sejak awal hingga pasca kejuaraan.
Peran Komisi Nasional Disabilitas dalam Pengawasan Hak Atlet
Sebagai lembaga negara independen, Komisi Nasional Disabilitas (KND) menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemenuhan hak atlet disabilitas. Fokus pengawalan mencakup hak keolahragaan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Komisioner KND, Jonna Aman Damanik, menegaskan bahwa pengawalan ini bertujuan memastikan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Regulasi tersebut menjamin hak penyandang disabilitas, termasuk dalam bidang olahraga prestasi.
Melalui pengawasan yang sistematis, KND memastikan atlet disabilitas memperoleh perlakuan yang setara. Pendekatan ini mencegah terjadinya pengabaian hak selama proses persiapan dan kompetisi berlangsung.

Sejumlah atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia tiba usai mengikuti ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (27/1/2026). Kontingen Indonesia finis di posisi kedua APG 2025 Thailand dengan total 392 medali dan melampaui target yang ditetapkan yakni 236 medali.
Pemantauan Sejak Tahap Persiapan hingga Kejuaraan
Sejak awal November 2025, KND telah melakukan pemantauan tahap persiapan kejuaraan. Kegiatan ini di lakukan melalui koordinasi intensif dengan National Paralympic Committee Indonesia. Selain itu, KND juga memberikan pendampingan langsung di lapangan.
Menjelang pelaksanaan pertandingan, KND bersama Chef de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, melakukan peninjauan fasilitas pendukung. Aspek yang diperhatikan meliputi penginapan, konsumsi, layanan medis, dan akses transportasi. Seluruh fasilitas tersebut berperan penting dalam mendukung performa atlet.
Dengan tersedianya fasilitas yang memadai, atlet dapat fokus pada pertandingan. Kondisi ini membantu menciptakan lingkungan kompetisi yang aman dan nyaman.
Prestasi Kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games 2025
Kontingen Indonesia tampil kompetitif selama kejuaraan yang berlangsung pada 20–26 Januari 2025. Sebanyak 539 atlet dan ofisial tergabung dalam kontingen Merah Putih. Hasilnya, Indonesia berhasil menempati posisi juara dua klasemen akhir.
Raihan medali yang dicapai menunjukkan performa yang konsisten. Indonesia membawa pulang 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Capaian tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan utama olahraga disabilitas di Asia Tenggara.
Prestasi ini juga mencerminkan sinergi antara atlet, pelatih, dan pemangku kepentingan lainnya. Dukungan yang terencana memberikan dampak positif terhadap pencapaian atlet.
Pengawalan Hak Atlet Setelah Kejuaraan
Setelah kejuaraan berakhir, KND tetap melanjutkan pengawalan terhadap pemenuhan hak atlet. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah pemberian bonus atau penghargaan bagi atlet peraih medali.
Hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan besaran bonus untuk atlet ASEAN Para Games 2025. Meskipun demikian, KND memastikan proses pengambilan kebijakan berjalan secara adil dan transparan. Prinsip kesetaraan menjadi dasar dalam pengawalan tersebut.
Pemberian bonus memiliki nilai strategis bagi atlet. Selain sebagai bentuk apresiasi, hal ini juga berdampak pada motivasi dan keberlanjutan prestasi.
Kebijakan Pemerintah Terkait Bonus Atlet Disabilitas
Secara terpisah, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan bahwa kebijakan terkait bonus masih menunggu keputusan pemerintah. Pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan kebijakan final.
Dalam situasi ini, peran KND menjadi sangat penting. Pengawasan yang di lakukan bertujuan memastikan kebijakan tetap berpihak pada atlet disabilitas. Dengan demikian, hak atlet dapat terpenuhi sesuai prinsip keadilan.
Pentingnya Pengawalan Hak Atlet secara Berkelanjutan
Pengawalan hak atlet disabilitas memberikan dampak jangka panjang bagi sistem olahraga nasional. Tidak hanya melindungi atlet, langkah ini juga memperkuat tata kelola olahraga yang inklusif dan berkeadilan.
Melalui sinergi antara pemerintah, KND, dan organisasi olahraga, pemenuhan hak atlet dapat berjalan optimal. Upaya ini menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dalam membangun olahraga prestasi yang bermartabat dan berkelanjutan.