BPBD Bantul – Musim kemarau mulai memengaruhi ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebagai langkah penanganan awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air, khususnya di wilayah Kapanewon Dlingo.

Bantuan tersebut di berikan sebagai respons terhadap menurunnya debit air tanah yang menyebabkan sumber air warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain mendistribusikan air bersih, BPBD juga melakukan pendataan dan verifikasi di sejumlah lokasi lain yang di laporkan mengalami kondisi serupa guna memastikan penanganan di lakukan sesuai kebutuhan masyarakat.

BPBD Bantul Salurkan Air Bersih ke Dusun Loputih

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, menjelaskan bahwa distribusi air bersih pertama telah dilakukan di Dusun Loputih, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, pada Senin, 22 Juni 2026.

Sebanyak 200 warga menerima bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Penyaluran ini di lakukan setelah BPBD menerima informasi mengenai menurunnya ketersediaan air di kawasan tersebut.

Menurut Mujahid, berkurangnya debit air pada sumur bor menjadi penyebab utama warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Kondisi tersebut juga berdampak pada sistem pompa yang selama ini di gunakan untuk mendistribusikan air ke permukiman.

Akibatnya, jaringan pompa tidak lagi mampu bekerja secara optimal sehingga pasokan air ke rumah-rumah warga menjadi terganggu.

Tiga Wilayah Di laporkan Mulai Mengalami Kekeringan

Selain Dusun Loputih, BPBD Bantul juga menerima informasi mengenai potensi kekeringan di beberapa wilayah lainnya. Hingga saat ini terdapat tiga titik yang menjadi perhatian, yakni kawasan Semuten di Kapanewon Dlingo, wilayah atas Kalurahan Sriharjo, dan Kalurahan Selopamioro.

Meski demikian, laporan tersebut masih berasal dari masyarakat dan belum seluruhnya di sampaikan secara resmi oleh pemerintah kalurahan. Oleh karena itu, BPBD menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan.

Langkah verifikasi ini dilakukan agar kondisi di lapangan dapat di pastikan sebelum bantuan air bersih di distribusikan secara lebih luas.

Verifikasi Lapangan Jadi Dasar Penyaluran Bantuan

BPBD Bantul menilai pendataan menjadi bagian penting dalam proses penanganan kekeringan. Tim di lapangan bertugas menghitung jumlah warga terdampak sekaligus memperkirakan kebutuhan air bersih di masing-masing lokasi.

Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rencana distribusi air sehingga bantuan yang di berikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan cara tersebut, volume air yang di kirim ke setiap wilayah tidak di samaratakan, melainkan di sesuaikan dengan jumlah penduduk yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Pendekatan ini di harapkan membuat distribusi bantuan menjadi lebih efektif dan mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Petugas BPBD Bantul menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kapanewon Dlingo, Bantul.

Ilustrasi kekeringan.

Wilayah Terdampak Merupakan Langganan Kekeringan

BPBD Bantul menyebut kawasan Dlingo, Sriharjo, dan Selopamioro termasuk daerah yang hampir setiap musim kemarau mengalami persoalan kekurangan air bersih.

Karakteristik wilayah yang di dominasi kawasan perbukitan membuat cadangan air tanah lebih cepat berkurang ketika curah hujan menurun dalam waktu yang cukup lama.

Karena itu, BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat apabila kebutuhan masyarakat meningkat.

Pemantauan juga menjadi bagian dari upaya mitigasi agar dampak kekeringan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Warga Di imbau Menghemat Penggunaan Air Bersih

Selain menyalurkan bantuan, BPBD Bantul juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola penggunaan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung.

Petugas yang turun ke lapangan akan memberikan edukasi mengenai pentingnya menghemat air, terutama ketika distribusi bantuan mulai dilakukan.

Air bersih yang di salurkan pemerintah di prioritaskan untuk kebutuhan paling mendasar, yaitu air minum dan kebutuhan rumah tangga yang bersifat penting, seperti mandi.

BPBD mengingatkan agar bantuan tersebut tidak di manfaatkan untuk keperluan yang bukan menjadi prioritas. Misalnya mencuci kendaraan, menyiram halaman, maupun kebutuhan lain yang masih dapat di tunda.

Dengan penggunaan air yang lebih bijaksana, di harapkan bantuan yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan seluruh warga hingga kondisi pasokan air kembali normal.

BPBD Terus Siapkan Langkah Antisipasi

Memasuki puncak musim kemarau, BPBD Kabupaten Bantul memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya peningkatan jumlah warga terdampak, distribusi air bersih akan di perluas sesuai hasil pendataan di lapangan.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih, agar penanganan dapat di lakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Melalui koordinasi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat, di harapkan dampak kekeringan di Kabupaten Bantul dapat di minimalkan. Sehingga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.