Kendaraan listrik – pertumbuhan electric vehicle (EV) terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya transportasi berkelanjutan. Dalam sistem kendaraan listrik, baterai memegang peranan utama karena menentukan jarak tempuh, performa, efisiensi energi, dan biaya operasional jangka panjang. Oleh karena itu, pengguna perlu memahami faktor-faktor yang memengaruhi daya tahan baterai agar kendaraan tetap optimal dalam jangka waktu lama.

Berbagai penelitian terbaru menyoroti kebiasaan pengisian daya sebagai salah satu faktor paling berpengaruh terhadap umur pakai baterai EV. Di antara berbagai metode pengisian, penggunaan fast charging berdaya tinggi secara berulang menunjukkan dampak yang paling signifikan terhadap penurunan kapasitas baterai.

Fast charging kendaraan listrik di stasiun pengisian daya berdaya tinggi

Studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan fast charging berdaya tinggi adalah menjadi penyebab utama degradasi baterai mobil listrik. (insideevs.com)

Fast Charging dan Percepatan Degradasi Baterai

Analisis data dari puluhan ribu kendaraan listrik menunjukkan bahwa kendaraan yang rutin menggunakan pengisian daya di atas 100 kW mengalami penurunan kapasitas baterai lebih cepat. Sebaliknya, kendaraan yang mengandalkan pengisian daya lambat atau hanya sesekali menggunakan fast charging mampu mempertahankan kesehatan baterai lebih baik.

Setiap baterai EV akan mengalami degradasi seiring waktu akibat siklus pengisian dan penggunaan. Namun, laju degradasi tersebut sangat bergantung pada cara pengguna memperlakukan baterai. Kebiasaan fast charging berenergi tinggi memberikan tekanan tambahan pada baterai, sehingga mempercepat penurunan performa di bandingkan faktor usia kalender atau jumlah siklus pemakaian normal.

Dalam beberapa kasus, penggunaan fast charging secara intensif selama beberapa tahun menyebabkan berkurangnya kapasitas baterai secara signifikan. Kondisi ini berdampak langsung pada jarak tempuh kendaraan dan meningkatkan kebutuhan pengisian daya yang lebih sering.

Mekanisme Kerja Fast Charging dan Dampaknya pada Sel Baterai

Fast charging bekerja dengan menyalurkan arus listrik besar dalam waktu singkat untuk mempercepat proses pengisian. Proses ini meningkatkan suhu baterai dan memperbesar beban kerja sel baterai. Ketika suhu dan arus meningkat secara terus-menerus, reaksi kimia di dalam baterai berlangsung lebih agresif.

Kondisi tersebut mempercepat pembentukan lapisan degradasi pada sel baterai dan mengurangi kapasitas efektifnya. Studi menunjukkan bahwa baterai EV yang mengandalkan fast charging untuk sebagian besar sesi pengisian mengalami penurunan performa lebih cepat dibandingkan baterai yang diisi secara bertahap dengan daya lebih rendah.

Meskipun fast charging memberikan kemudahan bagi pengemudi, terutama saat perjalanan jarak jauh, penggunaan metode ini sebagai pola pengisian harian dapat memperpendek umur baterai secara keseluruhan.

Peran Sistem Manajemen Baterai dalam Mengurangi Risiko

Produsen kendaraan listrik telah melengkapi produknya dengan Battery Management System (BMS) untuk mengontrol proses pengisian dan menjaga suhu baterai tetap stabil. Sistem ini secara aktif mengatur arus listrik, memantau kondisi sel, dan mencegah panas berlebih selama pengisian daya.

Namun, BMS tidak dapat sepenuhnya menghilangkan dampak negatif dari kebiasaan pengisian yang kurang tepat. Pengguna tetap memegang kendali utama dalam menentukan seberapa besar tekanan yang diterima baterai setiap hari. Tanpa pola penggunaan yang bijak, sistem perlindungan tidak mampu mencegah degradasi jangka panjang.

Strategi Aktif untuk Menjaga Kesehatan Baterai EV

Pengguna kendaraan listrik dapat memperpanjang umur baterai dengan menerapkan pola pengisian yang lebih ramah. Sebaiknya, pengguna memanfaatkan fast charging hanya saat benar-benar diperlukan, seperti ketika melakukan perjalanan jarak jauh atau menghadapi kondisi darurat.

Untuk penggunaan harian, pengisian daya dalam rentang 10 hingga 80 persen membantu menjaga stabilitas sel baterai. Pola ini menghindarkan baterai dari kondisi ekstrem yang dapat mempercepat keausan. Selain itu, pengguna perlu memperhatikan suhu lingkungan saat mengisi daya karena suhu tinggi dapat mempercepat degradasi kimia di dalam baterai.

Mengikuti panduan resmi dari pabrikan kendaraan dan produsen baterai juga membantu menjaga performa baterai tetap optimal. Dengan disiplin menerapkan rekomendasi tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko penurunan kapasitas secara dini.

Kesimpulan

Penggunaan fast charging berdaya tinggi secara berlebihan mempercepat degradasi baterai kendaraan listrik. Meskipun teknologi pengisian cepat menawarkan kenyamanan, pengguna perlu membatasi pemakaiannya agar baterai tetap awet dan efisien.

Dengan menerapkan pola pengisian yang tepat, menjaga suhu baterai, dan memanfaatkan fast charging secara selektif, pengguna dapat memperpanjang umur baterai EV secara signifikan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan penggunaan kendaraan listrik dalam jangka panjang.