Dinamika MotoGP – kembali memanas menjelang musim 2026. Kali ini, sorotan tertuju pada kemungkinan perubahan besar di kubu Ducati yang melibatkan dua nama besar: Marc Marquez dan Pedro Acosta. Isu tersebut mencuat setelah CEO Aprilia, Massimo Rivola, melontarkan pernyataan yang memantik spekulasi luas di paddock.
Rivola secara terbuka menyebut Marquez hampir pasti bertahan di Ducati dan menyinggung ketertarikan kuat Acosta terhadap motor pabrikan Italia itu. Ucapannya langsung mengarahkan perhatian publik pada potensi duet masa depan yang di nilai ideal secara teknis maupun komersial.
Ducati sendiri sedang berada di puncak performa setelah Marquez mengantar mereka meraih gelar juara dunia MotoGP 2025. Prestasi tersebut memperkuat posisi Marquez sebagai pusat proyek Ducati untuk beberapa musim ke depan.

Pedro Acosta diklaim akan menggantikan Francesco Bagnaia di musim depan. (Foto: Getty Images/Ciancaphoto Studio)
Posisi Francesco Bagnaia Mulai Disorot
Di balik dominasi Ducati, masa depan Francesco Bagnaia mulai menjadi bahan perbincangan. Hasil musim 2025 memicu spekulasi setelah Bagnaia hanya menempati posisi kelima klasemen akhir, tertinggal dari Pedro Acosta yang tampil konsisten bersama KTM.
Sejumlah pengamat menilai MotoGP 2026 bisa menjadi musim krusial bagi Bagnaia. Banyak pihak menduga Ducati akan mengevaluasi ulang komposisi pebalap demi menjaga daya saing jangka panjang. Meski demikian, Bagnaia tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap Ducati.
Dalam berbagai kesempatan, Bagnaia menegaskan keinginannya untuk terus mengenakan warna merah Ducati hingga pensiun. Ia menaruh kepercayaan penuh pada proyek tim dan hubungan jangka panjang yang telah terbangun. Namun, Ducati tetap harus menimbang aspek performa, strategi, dan regenerasi pebalap.
Pedro Acosta Mulai Kehilangan Kesabaran di KTM
Nama Pedro Acosta semakin sering muncul dalam pusaran rumor. Pebalap muda asal Spanyol itu di kenal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di MotoGP saat ini. Namun, performa motor KTM yang kurang kompetitif memicu rasa frustrasi di pihak Acosta.
Acosta menuntut motor yang mampu bersaing di barisan terdepan secara konsisten. Ketika KTM belum memenuhi ekspektasi tersebut, spekulasi mengenai masa depan sang pebalap pun bermunculan. Sejumlah sumber menyebut Acosta mulai membuka peluang hijrah ke tim lain.
Ducati kemudian muncul sebagai tujuan yang paling sering disebut. Bahkan, rumor menyatakan Acosta telah menunjukkan minat serius untuk membela Ducati pada musim 2027. Walau belum ada konfirmasi resmi, sinyal ketertarikan itu terus menguat seiring perkembangan situasi di KTM.
Pernyataan Massimo Rivola Memicu Reaksi Publik
Komentar Massimo Rivola semakin memperkeruh bursa rumor. CEO Aprilia Racing tersebut secara terang-terangan menyebut kombinasi Marquez dan Acosta sebagai “jodoh sempurna”. Ia menilai Ducati memiliki daya tarik besar bagi pebalap papan atas.
Rivola juga menyampaikan keyakinannya bahwa Marquez akan tetap bertahan di Ducati. Ia menambahkan bahwa Acosta secara terbuka menginginkan Ducati dengan segala cara. Pernyataan itu langsung menyebar luas dan mengundang berbagai interpretasi.
Banyak pihak menilai Rivola sengaja melempar komentar tersebut untuk memanaskan situasi jelang musim baru. Apa pun motifnya, ucapan Rivola berhasil menempatkan Ducati sebagai pusat perhatian, bahkan melebihi Aprilia sendiri.
Gigi Dall’Igna Tetap Fokus pada Marc Marquez
Menanggapi pernyataan Rivola, Gigi Dall’Igna memilih merespons dengan nada tenang. Ia tidak membantah langsung spekulasi yang berkembang, tetapi menegaskan prioritas Ducati saat ini.
Dall’Igna menyindir bahwa Rivola lebih sering membicarakan Ducati dibandingkan Aprilia. Menurutnya, setiap pihak berhak beropini, namun Ducati memiliki rencana yang jelas dan terstruktur. Ia menegaskan bahwa fokus utama tim adalah mengamankan masa depan Marc Marquez.
Ducati ingin mempertahankan pebalap yang mampu menghadirkan gelar juara dunia. Strategi tersebut pernah mereka terapkan saat memperpanjang kontrak Bagnaia pada 2024, dan kini Ducati berniat melakukan langkah serupa dengan Marquez.
Ducati Menyusun Strategi Jelang MotoGP 2026
Bagi Ducati Corse, stabilitas menjadi kunci menghadapi MotoGP 2026. Manajemen tim menargetkan penyelesaian kontrak Marc Marquez sebelum musim dimulai agar proyek teknis berjalan tanpa gangguan.
Sementara itu, masa depan Bagnaia dan potensi kedatangan Pedro Acosta masih menyisakan tanda tanya. Ducati akan mengambil keputusan berdasarkan evaluasi menyeluruh, bukan sekadar tekanan rumor atau opini publik.
Dengan berbagai spekulasi yang terus berkembang, MotoGP 2026 menjanjikan persaingan yang semakin sengit. Publik kini menunggu langkah resmi Ducati yang akan menentukan arah kekuatan di kelas premier balap motor dunia.