AC Milan – kembali gagal memanfaatkan pertandingan Serie A musim 2025/2026 untuk meraih kemenangan penuh. Saat melakoni laga tandang ke Stadion Artemio Franchi, markas Fiorentina, Rossoneri hanya mengamankan satu poin setelah pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1 pada pekan ke-20 Liga Italia.

Hasil tersebut memperpanjang catatan kurang konsisten Milan dalam beberapa pertandingan terakhir. Setelah sebelumnya juga gagal menang, Rossoneri kembali kehilangan kesempatan penting untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Situasi ini membuat performa Milan kembali menjadi bahan evaluasi, baik dari sisi permainan maupun mental bertanding.

AC Milan gagal meraih kemenangan dalam laga tandang Serie A

Pemain AC Milan Matteo Gabbia melompat untuk menyundul bola pada laga Serie A/Liga Italia antara Fiorentina vs Milan di Florence, Italia, Minggu, 11 Januari 2026. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Fiorentina Menguasai Intensitas Pertandingan

Sejak awal laga, Fiorentina langsung mengambil inisiatif permainan. Mereka menerapkan tekanan tinggi dan memaksa Milan bermain di bawah intensitas yang tidak nyaman. Pola ini membuat Milan kesulitan mengalirkan bola dengan rapi, terutama ketika membangun serangan dari lini belakang.

Milan mencoba menguasai tempo melalui penguasaan bola, tetapi upaya tersebut tidak berjalan konsisten. Fiorentina tampil disiplin dalam menutup ruang, sehingga pergerakan pemain Milan kerap terhenti sebelum memasuki area berbahaya. Akibatnya, Milan jarang menciptakan peluang matang sepanjang pertandingan.

Tekanan yang terus diberikan tuan rumah memperlihatkan bahwa Milan belum sepenuhnya siap menghadapi tim dengan intensitas tinggi. Masalah ini bukan kali pertama muncul dan kembali menegaskan adanya kelemahan dalam menjaga stabilitas permainan.

Kelemahan Bertahan Kembali Terlihat Jelas

Masalah utama Milan muncul ketika Fiorentina berhasil mencetak gol pembuka pada menit ke-66. Pietro Comuzzo memanfaatkan situasi bola mati untuk mencetak gol melalui sundulan tanpa pengawalan ketat. Momen tersebut menyoroti lemahnya koordinasi lini pertahanan Milan.

Kegagalan menjaga area kotak penalti memberi keuntungan besar bagi Fiorentina. Situasi ini menunjukkan bahwa Milan masih belum cukup solid dalam mengantisipasi skema bola mati, meski mereka memiliki pengalaman dan kualitas individu yang memadai di lini belakang.

Untuk tim dengan ambisi besar di Serie A, kesalahan mendasar seperti ini berpotensi merugikan dalam persaingan jangka panjang.

Perubahan Strategi untuk Mengejar Ketertinggalan

Setelah tertinggal satu gol, Massimiliano Allegri langsung mengambil langkah taktis. Ia meningkatkan tempo permainan dan mengubah struktur tim agar lebih agresif. Perubahan formasi tersebut memberi Milan tambahan opsi dalam menyerang sekaligus memperkuat transisi permainan.

Dengan pendekatan baru, Milan mulai menekan pertahanan Fiorentina lebih intens. Pergerakan pemain menjadi lebih dinamis, dan tekanan di area lawan mulai terlihat. Meski demikian, efektivitas serangan masih belum maksimal karena ketepatan eksekusi kerap menjadi kendala.

Allegri menilai timnya masih perlu meningkatkan kualitas teknis dalam mengelola permainan. Ia juga menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan di lapangan, terutama ketika menghadapi tekanan lawan.

Gol Penyeimbang Tidak Menyelesaikan Masalah

Usaha Milan akhirnya membuahkan hasil pada menit-menit akhir pertandingan. Christopher Nkunku berhasil mencetak gol penyeimbang yang memastikan Milan tidak pulang tanpa poin. Gol tersebut lahir dari tekanan berkelanjutan yang akhirnya membuka celah di lini pertahanan Fiorentina.

Meski berhasil menyamakan kedudukan, Milan tetap belum sepenuhnya mengontrol jalannya laga. Fiorentina masih mampu menciptakan peluang hingga menit akhir, memaksa Milan bertahan dengan konsentrasi penuh. Situasi ini memperlihatkan bahwa satu gol belum cukup untuk menutupi berbagai kekurangan yang masih ada.

Masalah Mental Masih Membayangi Milan

Selain aspek teknis dan taktik, faktor mental menjadi perhatian utama. Allegri menilai para pemain Milan memiliki kualitas yang sangat baik, tetapi belum sepenuhnya menyadari kekuatan mereka sendiri. Kurangnya keyakinan membuat tim sering kehilangan momentum, terutama dalam situasi krusial.

Ketidakstabilan mental ini terlihat ketika Milan gagal menjaga intensitas permainan selama 90 menit. Mereka mampu tampil agresif di satu fase, tetapi kemudian kehilangan fokus pada fase berikutnya. Kondisi ini membuat Milan sulit tampil dominan secara konsisten.

Menurut Allegri, Milan perlu membangun kepercayaan diri kolektif agar mampu tampil sebagai tim besar, bukan hanya mengandalkan kualitas individu.

Fokus Memperbaiki Konsistensi

Setelah hasil imbang tersebut, Milan langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Como pada laga tunda Serie A. Laga tersebut menjadi kesempatan penting bagi Rossoneri untuk menunjukkan respons positif.

Untuk kembali ke jalur kemenangan, Milan perlu memperbaiki konsistensi permainan, meningkatkan ketajaman di lini depan, serta memperkuat mental bertanding. Tanpa perbaikan di aspek-aspek tersebut, Milan berisiko terus kehilangan poin dalam persaingan Serie A musim ini.