Kurma – memiliki posisi penting dalam tradisi Islam dan sering muncul dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Banyak ulama dan peneliti mencatat bahwa Al-Qur’an menyebut kurma dalam sejumlah ayat yang tersebar di beberapa surat. Dalam kitab Mu’jam Al-Mufahras li Alfazhil Qur’an, Muhammad Fuad ‘Abd al-Baqi mencatat bahwa Al-Qur’an menyebut kurma sekitar 20 kali dalam 16 surat berbeda.

Salah satu kisah yang paling dikenal terdapat dalam Surah Maryam ayat 23 hingga 25. Ayat tersebut menceritakan pengalaman Maryam saat menghadapi proses persalinan Nabi Isa. Dalam kondisi lemah dan kesakitan, Maryam bersandar pada pangkal pohon kurma. Allah kemudian memerintahkan Maryam melalui malaikat Jibril untuk menggoyangkan batang pohon kurma tersebut.

Ketika Maryam menggoyangkan batang pohon, buah kurma yang matang jatuh ke tanah. Maryam kemudian memakan kurma tersebut untuk membantu memulihkan tenaga. Kisah ini menunjukkan bahwa kurma memiliki nilai penting tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dari sisi kesehatan dan nutrisi.

Kandungan Nutrisi Kurma bagi Kesehatan Tubuh

Kurma mengandung berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Buah ini memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat juga membantu tubuh mengontrol kadar gula darah serta menjaga keseimbangan metabolisme.

Selain serat, kurma juga menyediakan berbagai antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Salah satu antioksidan yang banyak ditemukan dalam kurma adalah phenolic acid. Senyawa ini membantu tubuh menurunkan risiko beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker.

Kurma juga mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang dapat memberikan energi dengan cepat. Oleh karena itu banyak orang memilih kurma sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa. Kandungan energi dalam kurma membantu tubuh memulihkan tenaga setelah menjalani puasa selama satu hari penuh.

Buah kurma segar yang dijual di pasaran saat Ramadan

Foto: Pembeli memilih kurma yang dijual di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Peningkatan Konsumsi Kurma Saat Ramadan

Bulan Ramadan selalu meningkatkan permintaan kurma di berbagai negara, termasuk Indonesia. Banyak masyarakat mengonsumsi kurma saat berbuka puasa karena mengikuti tradisi yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

Peningkatan permintaan ini membuat pasar menyediakan berbagai jenis kurma dengan kualitas yang berbeda. Sebagian produsen menambahkan cairan gula atau pemanis tambahan untuk meningkatkan rasa manis dan membuat tampilan buah terlihat lebih menarik.

Namun penambahan gula tersebut dapat mengubah karakter alami kurma. Karena itu konsumen perlu memahami beberapa ciri kurma yang kemungkinan mengandung pemanis tambahan.

Cara Mengenali Kurma dengan Pemanis Tambahan

Konsumen dapat mengenali kurma dengan pemanis tambahan melalui beberapa tanda sederhana. Memahami ciri-ciri ini membantu masyarakat memilih kurma yang lebih alami dan sehat.

1. Rasa Manis Terlalu Kuat

Kurma yang mengandung tambahan gula biasanya memiliki rasa manis yang sangat kuat. Rasa tersebut sering terasa tajam ketika seseorang menggigit buahnya.

Sebaliknya, kurma alami memberikan rasa manis yang lebih lembut dan seimbang. Rasa manis tersebut berasal dari gula alami yang tersebar di seluruh daging buah.

2. Tekstur Terlalu Lembek

Kurma alami biasanya memiliki tekstur yang padat dan sedikit kenyal. Ketika seseorang menekan atau menggigitnya, daging buah tetap terasa cukup kuat.

Sebaliknya, kurma yang telah mendapat tambahan gula sering terasa terlalu lunak. Proses penambahan gula cair sering melibatkan pemanasan yang membuat struktur buah menjadi lebih lembek.

3. Semut Cepat Mendekat

Keberadaan semut sering menjadi tanda sederhana yang mudah diamati. Kurma dengan pemanis tambahan biasanya lebih cepat menarik perhatian semut, terutama jika buah di biarkan terbuka.

Kurma alami tidak selalu langsung menarik semut dalam waktu singkat karena kandungan gula alaminya tersimpan di dalam daging buah.

Pentingnya Memilih Kurma Berkualitas

Masyarakat sebaiknya lebih teliti ketika membeli kurma, terutama selama bulan Ramadan ketika konsumsi buah ini meningkat. Konsumen perlu memperhatikan rasa, tekstur, dan kondisi buah sebelum memutuskan untuk membeli.

Kurma yang berasal dari sumber alami biasanya memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal. Sebaliknya, konsumsi gula tambahan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti obesitas dan gangguan metabolisme.

Dengan memahami ciri-ciri kurma alami serta kurma yang mengandung pemanis tambahan, masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih bijak. Kurma tetap menjadi salah satu makanan sehat yang dapat memberikan energi dan nutrisi penting bagi tubuh jika di konsumsi secara seimbang.