Arema FC – memulai putaran kedua BRI Super League dengan catatan positif. Tim berjuluk Singo Edan tersebut meraih tiga kemenangan beruntun yang meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Rangkaian hasil tersebut membuat performa tim terlihat semakin stabil.
Namun momentum tersebut terhenti ketika kompetisi memasuki bulan Ramadan. Dalam dua pertandingan yang berlangsung pada periode tersebut, Arema FC gagal meraih kemenangan. Hasil itu membuat tren kemenangan yang sebelumnya diraih tim harus berhenti.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menilai hasil tersebut tidak berkaitan dengan kondisi puasa yang dijalani para pemain. Ia menegaskan bahwa seluruh tim di kompetisi menghadapi situasi yang sama selama bulan Ramadan.
Pada periode tersebut, jadwal pertandingan berlangsung pada malam hari sekitar pukul 20.30 WIB. Sebagian pemain juga menjalankan ibadah puasa sebelum bertanding. Namun Marcos menilai kondisi tersebut tidak memberikan pengaruh besar terhadap performa tim.
Menurutnya, setiap pertandingan memiliki faktor teknis yang berbeda. Karena itu, tim pelatih memilih fokus melakukan evaluasi terhadap performa tim daripada menyalahkan kondisi eksternal.
Evaluasi Laga Melawan Madura United
Arema FC menghadapi Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan pada 21 Februari 2026. Dalam pertandingan tersebut, Arema FC sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan.
Tim mampu unggul lebih dahulu dan mengontrol jalannya pertandingan dalam sebagian besar waktu permainan. Para pemain menunjukkan kerja sama yang cukup baik dalam membangun serangan.
Namun situasi berubah pada menit-menit akhir pertandingan. Konsentrasi pemain menurun dan memberi kesempatan bagi Madura United untuk mencetak gol penyeimbang.
Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 2-2. Marcos Santos mengakui bahwa tim seharusnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi. Ia menilai fokus pemain harus tetap terjaga sepanjang pertandingan.

Arema FC dalam sesi persiapan tim di BRI Super League 2025/2026.
Kesalahan Strategi Saat Menghadapi Borneo FC
Arema FC kemudian menghadapi Borneo FC pada 26 Februari 2026. Pada pertandingan tersebut, tim harus menerima kekalahan dengan skor 1-3.
Marcos Santos mengakui bahwa ia melakukan kesalahan dalam menentukan komposisi pemain inti. Keputusan taktis yang diambil sebelum pertandingan tidak berjalan sesuai dengan rencana tim.
Salah satu keputusan yang memengaruhi permainan tim adalah penempatan Julian Guevara di posisi gelandang. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, pemain asal Kolombia tersebut lebih sering bermain sebagai bek tengah.
Ketika kembali bermain di lini tengah, Guevara membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perannya. Kondisi tersebut membuat permainan tim kurang maksimal pada babak pertama.
Borneo FC memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak tiga gol dalam 45 menit pertama. Arema FC kemudian mencoba memperbaiki permainan pada babak kedua, tetapi tim tidak mampu mengejar ketertinggalan.
Julian Guevara Menjadi Sorotan
Penampilan Julian Guevara setelah pertandingan melawan Borneo FC mendapat perhatian dari banyak pihak. Beberapa pengamat menilai kontribusi pemain tersebut kurang maksimal dalam pertandingan tersebut.
Perubahan posisi dari bek tengah kembali ke gelandang membuat Guevara harus menyesuaikan ritme permainannya. Hal tersebut terlihat dalam beberapa momen ketika tim kesulitan menjaga keseimbangan di lini tengah.
Tim pelatih akhirnya mengganti Guevara pada babak kedua. Setelah pergantian pemain tersebut, permainan Arema FC terlihat lebih hidup dan mampu menciptakan beberapa peluang serangan.
Meskipun demikian, perubahan tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil pertandingan.
Target Tiga Poin Saat Menjamu Bali United
Arema FC kini memiliki kesempatan untuk kembali ke jalur kemenangan pada pertandingan berikutnya. Tim akan menghadapi Bali United pada 6 Maret 2026 di Stadion Kanjuruhan.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Arema FC untuk meraih kemenangan pertama selama bulan Ramadan. Marcos Santos menyampaikan bahwa tim telah melakukan evaluasi menyeluruh setelah dua pertandingan sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa tim tidak mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan jadwal pertandingan malam selama Ramadan. Para pemain tetap mampu menjaga kondisi fisik dan fokus dalam pertandingan.
Selain itu, kualitas lapangan Stadion Kanjuruhan yang baik juga membantu pemain menjalankan strategi permainan dengan lebih optimal.
Dukungan Aremania Menjadi Motivasi
Arema FC juga berharap dukungan dari para suporter setia mereka, Aremania, terus meningkat pada pertandingan kandang. Dukungan tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan semangat para pemain.
Pada putaran pertama musim ini, jumlah penonton di Stadion Kanjuruhan sempat menurun karena hasil pertandingan yang kurang memuaskan. Dalam beberapa laga kandang, jumlah penonton bahkan berada di bawah seribu orang.
Namun situasi mulai berubah ketika Arema FC meraih beberapa kemenangan beruntun. Sekitar dua ribu Aremania hadir pada pertandingan kandang melawan Semen Padang sebelum Ramadan.
Marcos Santos berharap timnya mampu terus meraih kemenangan agar lebih banyak suporter datang ke stadion. Ia menegaskan bahwa tim selalu berusaha memberikan performa terbaik bagi para pendukung.
Bagi Arema FC, dukungan Aremania tidak hanya menciptakan atmosfer pertandingan yang meriah, tetapi juga memberikan energi tambahan bagi pemain di lapangan. Dengan dukungan tersebut, tim berharap dapat kembali menemukan momentum kemenangan di BRI Super League.