Bandara Korowai – dunia penerbangan Indonesia kembali menghadapi tragedi serius. Maskapai Smart Aviation kehilangan dua pilot andalannya akibat insiden penembakan di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026, dan langsung menyita perhatian publik nasional.
Pesawat Cessna PK-SNR milik PT Smart Air Aviation menjalankan penerbangan perintis dari Tanah Merah menuju Danowage atau Korowai Batu. Saat pesawat tiba di area bandara sekitar pukul 10.38 WIB, kelompok bersenjata melancarkan serangan tembakan ke arah lokasi pendaratan. Aksi tersebut secara langsung mengancam keselamatan awak pesawat dan personel di sekitar bandara.
Kronologi Penembakan di Bandara Korowai Batu
Kelompok bersenjata melepaskan tembakan sesaat setelah pesawat mendarat. Situasi di bandara berubah mencekam dalam hitungan detik. Captain Egon Erawan dan Kopilot Baskoro Adi Anggoro segera mengambil keputusan untuk menyelamatkan diri. Keduanya berlari menjauhi area bandara menuju hutan di sekitar lokasi.
Namun, medan yang sulit dan kondisi keamanan yang tidak kondusif menghambat upaya tersebut. Insiden ini merenggut nyawa kedua pilot dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta dunia penerbangan nasional. Tragedi ini kembali menegaskan tingginya risiko yang dihadapi penerbangan perintis di wilayah rawan konflik.

Manajemen maskapai penerbangan Smart Aviation menyampaikan duka cita atas tewasnya dua pilot mereka dalam peristiwa penembakan di Bandara Korowai.
Peran dan Dedikasi Captain Egon Erawan
Captain Egon Erawan di kenal sebagai pilot berpengalaman yang mendedikasikan kariernya untuk penerbangan perintis. Ia berkontribusi besar dalam membuka akses transportasi udara bagi masyarakat di daerah terpencil Papua. Selama bertahun-tahun, Egon menjalankan tugasnya dengan komitmen tinggi demi menjaga konektivitas wilayah.
Keluarga dan kerabat melepas kepergian Captain Egon melalui prosesi pemakaman di TPU Tanah Kusir pada Kamis, 12 Februari 2026. Rekan-rekan sesama pilot mengenang almarhum sebagai sosok profesional yang disiplin dan penuh tanggung jawab.
Sosok Muda Penuh Harapan: Baskoro Adi Anggoro
Kopilot Baskoro Adi Anggoro berusia 29 tahun dan menunjukkan semangat besar dalam dunia penerbangan. Ia menjalani tugas penerbangan perintis dengan dedikasi tinggi meski menyadari tantangan dan risiko yang menyertainya. Banyak rekan kerja menilai Baskoro sebagai pilot muda yang memiliki masa depan cerah.
Keluarga menyemayamkan jenazah Baskoro di rumah duka kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Prosesi pemakaman berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, di TPU Pondok Kelapa. Suasana haru menyelimuti pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum.
Pernyataan Resmi dan Duka dari Smart Aviation
Manajemen Smart Aviation menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian dua pilot terbaiknya. Perusahaan menyampaikan pernyataan resmi melalui media sosial dan menyebut kedua korban sebagai sosok profesional, mentor, sekaligus bagian penting dari keluarga besar maskapai.
Smart Aviation juga menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Perusahaan menegaskan bahwa dedikasi kedua pilot telah membantu menjaga layanan penerbangan bagi masyarakat di wilayah terpencil Indonesia.
Tantangan Keselamatan Penerbangan Perintis
Penerbangan perintis memegang peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pelayanan kesehatan dan pendidikan. Pilot tidak hanya mengoperasikan pesawat, tetapi juga menghadapi tantangan geografis dan ancaman keamanan.
Insiden di Bandara Korowai Batu menunjukkan perlunya peningkatan pengamanan penerbangan sipil. Pemerintah, aparat keamanan, dan operator penerbangan perlu memperkuat koordinasi guna melindungi awak pesawat dan memastikan keberlanjutan layanan transportasi udara.
Refleksi dan Harapan ke Depan
Tragedi penembakan pesawat di Papua meninggalkan luka mendalam bagi dunia penerbangan Indonesia. Kepergian Captain Egon Erawan dan Kopilot Baskoro Adi Anggoro menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi para pilot penerbangan perintis.
Dedikasi mereka akan selalu tercatat sebagai bagian dari upaya menghubungkan pelosok negeri. Ke depan, semua pihak perlu meningkatkan komitmen terhadap keselamatan penerbangan sipil agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.