Ethan Nwaneri – resmi memulai fase baru dalam perjalanan karier profesionalnya dengan bergabung ke Marseille pada bursa transfer Januari 2026. Gelandang muda asal Inggris tersebut meninggalkan Arsenal untuk sementara waktu demi memperoleh menit bermain yang lebih konsisten. Melalui status pinjaman, Nwaneri berharap dapat menjaga perkembangan performa sekaligus meningkatkan jam terbang di level tertinggi.
Musim ini, Nwaneri menghadapi persaingan yang sangat ketat di Arsenal. Lini tengah dan sektor serang The Gunners di penuhi pemain berpengalaman, sehingga peluang tampil bagi pemain muda menjadi terbatas. Kondisi tersebut mendorong Nwaneri untuk mengambil langkah proaktif demi kelangsungan kariernya.
Situasi ini berbeda jauh dibandingkan musim sebelumnya. Saat itu, Nwaneri tampil meyakinkan dan sempat mencuri perhatian publik Emirates Stadium. Namun, perubahan komposisi tim dan kedalaman skuad Arsenal membuat ruang bermainnya semakin menyempit. Daripada bertahan tanpa kepastian, Nwaneri memilih mencari tantangan baru di luar Inggris.
Marseille kemudian muncul sebagai destinasi yang paling sesuai. Klub Ligue 1 tersebut memiliki tradisi kuat dalam mengembangkan pemain muda dan memberikan mereka peran penting di tim utama. Atmosfer kompetitif Stade Vélodrome juga menawarkan pengalaman berharga untuk membentuk mental bertanding yang lebih matang.

Pemain Arsenal Ethan Nwaneri pada pertandingan melawan Brentford. (Glyn KIRK / AFP)
Peran William Saliba dalam Keputusan Ethan Nwaneri
Dalam proses pengambilan keputusan, Ethan Nwaneri tidak berjalan sendiri. Ia menerima masukan langsung dari William Saliba, salah satu pemain senior Arsenal yang memiliki pengalaman positif bersama Marseille. Saliba pernah menjalani masa peminjaman di klub Prancis tersebut dan menunjukkan perkembangan pesat sebelum kembali ke Arsenal sebagai pemain kunci.
Pengalaman Saliba memberikan gambaran nyata bagi Nwaneri tentang lingkungan Marseille. Ia melihat bagaimana klub tersebut mampu memberi kepercayaan besar kepada pemain muda sekaligus menuntut tanggung jawab tinggi di lapangan. Saran tersebut membantu Nwaneri memantapkan pilihannya.
Nwaneri menilai Marseille sebagai tempat yang tepat untuk meningkatkan kualitas permainan dan ketahanan mental. Tekanan dari suporter fanatik dan tuntutan performa tinggi diyakini mampu mempercepat proses pendewasaannya sebagai pesepak bola profesional.
Dalam pernyataannya, Nwaneri secara terbuka mengakui pengaruh Saliba. Ia menyebut Marseille sebagai salah satu klub besar dunia yang mampu memberikan panggung luas bagi pemain muda yang ingin berkembang secara maksimal.
Filosofi Roberto De Zerbi Menarik Perhatian Nwaneri
Selain faktor klub dan rekomendasi senior, sosok pelatih Roberto De Zerbi menjadi alasan utama di balik kepindahan Nwaneri. Pelatih asal Italia tersebut di kenal memiliki filosofi permainan menyerang dan progresif. Ia juga terkenal berani memberi kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang.
Sejak mengambil alih Marseille pada 2024, De Zerbi langsung membawa perubahan signifikan dalam gaya bermain tim. Ia menanamkan pendekatan berbasis penguasaan bola, pergerakan dinamis, dan pressing intensif. Pada musim pertamanya, De Zerbi sukses membawa Marseille finis di posisi kedua Ligue 1.
Meski Marseille belum tampil sepenuhnya konsisten musim ini, Nwaneri tetap percaya pada visi sang pelatih. Ia melihat De Zerbi sebagai sosok yang mampu membimbingnya mencapai level permainan yang lebih tinggi. Gaya bermain sang pelatih juga dinilai cocok dengan karakter Nwaneri sebagai gelandang kreatif.
Keyakinan tersebut membuat Nwaneri optimistis menghadapi tantangan baru. Ia percaya bahwa bekerja langsung di bawah arahan De Zerbi akan membantunya mengembangkan aspek teknis, taktis, dan mental secara seimbang.
Marseille Menghadapi Tekanan di Tengah Jadwal Padat
Marseille menyambut kedatangan Ethan Nwaneri di tengah situasi yang penuh tantangan. Klub tersebut baru saja menelan kekalahan telak di ajang Liga Champions. Hasil tersebut menambah tekanan menjelang fase krusial musim ini.
Dalam pertandingan kandang, Marseille harus mengakui keunggulan Liverpool dengan skor 0-3. Kekalahan itu membuat posisi mereka di fase liga Liga Champions menjadi rawan. Selisih poin yang tipis memaksa Marseille tampil maksimal di laga-laga tersisa.
Tekanan semakin meningkat karena jadwal yang padat. Marseille harus menghadapi Lens dalam laga penting Ligue 1 sebelum melakoni pertandingan penentuan di markas Club Brugge pada laga terakhir fase liga Liga Champions.
Dalam kondisi tersebut, kehadiran Nwaneri diharapkan membawa energi baru. Meski masih berusia 18 tahun, ia datang dengan motivasi tinggi, kreativitas, dan keinginan kuat untuk membuktikan kualitasnya. Marseille pun berharap peminjaman ini mampu memberikan dampak positif, baik bagi tim maupun perkembangan sang pemain.