Dewa United Banten membuka perjalanan mereka di Indonesian Basketball League 2026 dengan kemenangan penting saat menghadapi Satya Wacana Salatiga. Pertandingan yang berlangsung di Dewa United Arena, Tangerang, Minggu malam tersebut memperlihatkan dominasi tuan rumah dengan skor akhir 84-74.

Sejak awal laga, Dewa United tampil agresif dan langsung mengendalikan tempo permainan. Tim asuhan pelatih kepala Dewa United memaksimalkan keunggulan fisik di area bawah ring serta pergerakan cepat dalam transisi menyerang. Dukungan penuh pendukung tuan rumah turut mendorong intensitas permainan yang tinggi sepanjang empat kuarter.

Pemain Dewa United Banten merayakan kemenangan atas Satya Wacana Salatiga pada laga IBL 2026

Pemain Dewa United Banten Donell Cooper II mencetak 13 assist dalam laga melawan Satya Wacana Salatiga dalam laga IBL di Dewa United Arena, Tangerang Banten, Minggu (11/1/2026).

Peran Donell Cooper II sebagai Motor Permainan

Pemain asing Dewa United, Joshua Ibarra, menyoroti peran penting Donell Cooper II dalam kemenangan ini. Menurut Ibarra, Cooper menunjukkan kualitas sebagai playmaker yang memahami kebutuhan tim di setiap situasi.

Cooper tidak memaksakan diri untuk mencetak angka meski memiliki kemampuan ofensif yang kuat. Ia memilih membangun serangan melalui distribusi bola yang presisi. Keputusan tersebut membuka ruang bagi rekan setim untuk mencetak poin dengan lebih efisien. Pendekatan ini membuat alur permainan Dewa United terlihat matang dan terorganisasi.

Catatan statistik Cooper mencerminkan pengaruh besarnya. Ia membukukan 13 assist, 10 rebound, enam steal, serta empat poin yang seluruhnya berasal dari lemparan bebas. Jumlah assist tersebut melampaui catatan tertinggi sementara pada musim ini dan menunjukkan perannya sebagai pengatur ritme permainan.

Dominasi Joshua Ibarra di Paint Area

Joshua Ibarra tampil sebagai poros utama Dewa United di bawah ring. Ia mencetak double-double dengan koleksi 24 poin dan 18 rebound. Keunggulan fisik dan ketepatan membaca posisi lawan membuat Ibarra sulit dihentikan sepanjang pertandingan.

Ibarra aktif melakukan box out, merebut bola pantul, serta mengeksekusi peluang dekat ring dengan efisiensi tinggi. Keberadaannya memberi rasa aman bagi Dewa United saat bertahan sekaligus menjadi sumber poin konsisten ketika tim membutuhkan stabilitas permainan.

Kontribusi Bangku Cadangan yang Menentukan

Dewa United juga memperoleh dampak besar dari para pemain cadangan. Rio Disi tampil impresif dengan menyumbang 18 poin. Ia memanfaatkan kepercayaan pelatih dengan agresivitas menyerang dan akurasi tembakan yang baik. Performa ini menegaskan peningkatan peran Rio dibandingkan musim sebelumnya.

Erick Ibrahim Junior turut memberi kontribusi positif dengan mencetak 12 poin. Kombinasi keduanya menjaga produktivitas serangan Dewa United saat rotasi pemain berlangsung. Kedalaman skuad ini menjadi salah satu faktor penting yang menjaga konsistensi permainan tim tuan rumah.

Upaya Kebangkitan Satya Wacana Salatiga

Di sisi lain, Satya Wacana tidak menyerah begitu saja. Tim tamu sempat tertinggal hingga 20 poin ketika papan skor menunjukkan angka 71-51. Namun, mereka merespons kondisi tersebut dengan laju 14 poin beruntun yang memangkas selisih menjadi enam angka.

Serhii Pavlov memimpin perlawanan Satya Wacana dengan torehan 24 poin dan 17 rebound. Kevin Kangu menambah tekanan melalui 21 poin, sementara Teemo memberi dampak besar dengan 12 poin, empat rebound, tiga steal, dan dua assist. Tembakan tiga angka Teemo pada kuarter keempat sempat mengubah momentum pertandingan dan memaksa Dewa United melakukan penyesuaian cepat.

Mental Tangguh Dewa United di Menit Akhir

Memasuki lima menit terakhir, Dewa United menunjukkan ketenangan dan kedewasaan bermain. Rio Disi kembali mengambil peran penting, didukung oleh Dio Tirta Saputra yang menjaga alur permainan tetap stabil. Keduanya berhasil meredam agresivitas lawan dan memastikan Dewa United tetap mengontrol jalannya laga hingga peluit akhir.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Dewa United Banten untuk menatap pertandingan-pertandingan selanjutnya di IBL 2026. Perpaduan antara permainan kolektif, kontribusi pemain inti, serta kedalaman bangku cadangan menunjukkan potensi besar tim untuk bersaing di papan atas musim ini.