Manchester United – menjalani malam yang mengecewakan saat menjamu Brighton di Old Trafford pada putaran ketiga Piala FA. Sejak awal laga, tim tuan rumah menunjukkan ambisi besar untuk menguasai pertandingan. Namun, Brighton merespons tekanan tersebut dengan permainan yang rapi dan efisien. Oleh karena itu, pertandingan berkembang menjadi duel taktik yang ketat.
Skor akhir 1-2 langsung menghentikan langkah Manchester United di ajang Piala FA. Dengan hasil ini, klub tersebut mencatat kegagalan menembus putaran keempat untuk pertama kalinya dalam 12 tahun. Pada akhirnya, kurangnya efektivitas dan kedisiplinan menjadi faktor utama yang menentukan hasil pertandingan.

Man Utd vs Brighton: Selebrasi Danny Welbeck bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Manchester United di Piala FA (AP Photo/Jon Super).
Awal Pertandingan Menjanjikan bagi Manchester United
Pada menit-menit awal, Manchester United mengontrol penguasaan bola dan menekan lini pertahanan lawan. Bruno Fernandes mengatur serangan dari lini tengah, sementara Diogo Dalot aktif membuka ruang dari sisi kanan. Selain itu, pergerakan tanpa bola para penyerang menciptakan sejumlah peluang awal.
Meskipun demikian, Brighton tidak kehilangan fokus. Jason Steele tampil sigap menjaga gawang dan menggagalkan peluang berbahaya. Sementara itu, lini belakang Brighton tetap menjaga jarak antar pemain dengan disiplin tinggi. Akibatnya, serangan Manchester United tidak menghasilkan gol pembuka.
Kemudian, kesalahan koordinasi di lini belakang tuan rumah mengubah arah pertandingan. Brajan Gruda memanfaatkan bola liar di area penalti pada menit ke-12. Gol tersebut memberi Brighton keunggulan awal dan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim tamu. Sejak saat itu, tempo permainan bergerak sesuai rencana Brighton.
Efektivitas Brighton Mengungguli Dominasi Tuan Rumah
Setelah gol pembuka, Brighton memilih pendekatan permainan yang lebih terukur. Mereka mengatur ritme melalui sirkulasi bola yang cepat. Pada saat yang sama, Manchester United berusaha meningkatkan intensitas tekanan. Namun, penyelesaian akhir kembali menjadi masalah utama.
Di sisi lain, Brighton mengandalkan pengalaman Danny Welbeck di lini depan. Pergerakan Welbeck terus menarik perhatian bek Manchester United. Oleh sebab itu, ruang permainan di area pertahanan tuan rumah semakin terbuka.
Memasuki babak kedua, Brighton kembali menunjukkan efektivitas tinggi. Danny Welbeck menyelesaikan umpan Brajan Gruda dengan tembakan kaki kiri terarah pada menit ke-64. Gol tersebut menambah keunggulan Brighton dan memperbesar tekanan mental bagi Manchester United. Dengan demikian, situasi pertandingan berubah semakin sulit bagi tuan rumah.
Benjamin Sesko Menghidupkan Harapan di Menit Akhir
Tertinggal dua gol, Manchester United meningkatkan tempo serangan secara agresif. Darren Fletcher memasukkan Benjamin Sesko untuk menambah kekuatan di kotak penalti. Langkah ini langsung memberikan dampak positif bagi alur serangan.
Kemudian, Bruno Fernandes mengirimkan sepak pojok akurat pada menit ke-85. Sesko menyambut bola tersebut dengan sundulan keras yang mengarah tepat ke gawang. Gol ini memperkecil kedudukan menjadi 1-2 dan membangkitkan semangat suporter Old Trafford.
Pada fase ini, Manchester United terus menekan pertahanan Brighton. Sementara itu, Brighton mulai fokus menjaga kedalaman lini pertahanan. Ketegangan pertandingan meningkat seiring waktu yang terus berjalan.
Kartu Merah Shea Lacey Menghentikan Momentum
Namun, momentum kebangkitan Manchester United tidak bertahan lama. Shea Lacey kehilangan kendali emosi dan melakukan protes berlebihan terhadap keputusan wasit. Akibat tindakan tersebut, ia menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat.
Dengan kartu merah tersebut, Manchester United harus bermain dengan sepuluh pemain pada menit-menit krusial. Oleh karena itu, keseimbangan tim langsung terganggu. Serangan yang sebelumnya intens mulai kehilangan struktur dan akurasi.
Sebaliknya, Brighton memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan menjaga penguasaan bola. Mereka memperlambat tempo dan meminimalkan risiko. Pada akhirnya, wasit mengakhiri pertandingan tanpa perubahan skor.
Catatan Evaluasi bagi Manchester United
Kekalahan ini menuntut evaluasi menyeluruh dari Manchester United. Konsistensi permainan masih belum terbentuk secara stabil. Selain itu, kontrol emosi pemain muda membutuhkan perhatian serius. Efektivitas penyelesaian akhir juga memerlukan peningkatan signifikan.
Sementara itu, Brighton menunjukkan kedewasaan dalam mengelola pertandingan penting. Efisiensi serangan dan disiplin taktik membawa mereka melaju ke babak berikutnya. Dengan demikian, pertandingan ini menjadi pelajaran berharga bagi Manchester United dalam menghadapi kompetisi ke depan.