Kementerian Kebudayaan – mencatat peningkatan kunjungan museum dan cagar budaya sepanjang 2025. Dalam Taklimat Media Refleksi 2025 dan Kebijakan 2026, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan capaian tersebut kepada publik. Data menunjukkan tren positif yang memperlihatkan tumbuhnya minat masyarakat terhadap ruang budaya nasional.
Sepanjang 2025, jumlah pengunjung museum dan cagar budaya mencapai 4.322.507 orang. Angka itu berasal dari kunjungan ke 18 museum dan 34 cagar budaya dalam lingkup Museum dan Cagar Budaya. Pada tahun sebelumnya, jumlah pengunjung berada di kisaran 3,8 hingga 3,9 juta orang. Oleh karena itu, peningkatan kunjungan mencapai sekitar 9,3 persen dalam satu tahun.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan strategi promosi dan penguatan fungsi museum. Selain itu, peningkatan kualitas layanan juga berperan penting dalam menarik minat pengunjung baru.

Museum Nasional Indonesia.
Museum Nasional Indonesia Menjadi Kontributor Terbesar
Museum Nasional Indonesia mencatat lonjakan kunjungan paling tinggi selama 2025. Jumlah pengunjung museum tersebut mencapai sekitar 700 ribu orang. Angka itu menunjukkan peningkatan hingga 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kementerian Kebudayaan menilai capaian tersebut sebagai hasil dari penyelenggaraan berbagai kegiatan publik dan agenda kebudayaan yang berlangsung secara konsisten.
Selain pameran, museum ini juga menghadirkan beragam acara edukatif. Kegiatan tersebut melibatkan komunitas, pelajar, serta masyarakat umum. Dengan pendekatan tersebut, museum tidak lagi sekadar ruang koleksi, tetapi berkembang menjadi pusat interaksi budaya yang aktif.
Strategi Pengembangan Museum pada 2026
Memasuki 2026, Kementerian Kebudayaan menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga tren peningkatan kunjungan. Pemerintah merencanakan perbaikan menyeluruh pada museum, baik pada tingkat pusat maupun daerah. Fokus utama mencakup museum provinsi yang memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi lokal.
Perbaikan meliputi penataan ruang pamer, penguatan alur cerita koleksi, serta peningkatan kualitas pemandu. Selain itu, kementerian juga menyiapkan pengembangan fasilitas pendukung seperti area istirahat, kafe, dan sarana penunjang kenyamanan. Dengan demikian, museum mampu menghadirkan pengalaman kunjungan yang lebih menyenangkan dan relevan.
Kolaborasi Menjadi Kunci Revitalisasi Museum Daerah
Indonesia memiliki 516 museum daerah yang telah tercatat secara resmi. Sebagian museum telah menjalani proses revitalisasi melalui dukungan pemerintah. Namun, Kementerian Kebudayaan menilai kolaborasi lintas sektor sebagai faktor krusial untuk mempercepat pengembangan museum daerah.
Kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, serta filantropis menjadi kebutuhan utama. Dukungan tersebut dapat membantu pembiayaan, promosi, serta inovasi program. Selain itu, kepedulian pemimpin daerah juga memegang peran strategis. Daerah yang menunjukkan perhatian tinggi terhadap kebudayaan umumnya mengalami perkembangan museum yang lebih pesat.
Perubahan Paradigma Pengelolaan Museum
Kementerian Kebudayaan mendorong perubahan cara pandang dalam pengelolaan museum. Museum tidak lagi berfungsi sebagai ruang penyimpanan artefak semata. Sebaliknya, museum harus berperan sebagai ruang edukasi publik, media dialog sejarah, serta sarana diplomasi budaya.
Pendekatan tersebut menempatkan museum sebagai ruang hidup. Museum menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan melalui narasi yang kontekstual. Oleh sebab itu, museum mampu membangun pemahaman sejarah yang relevan bagi generasi muda.
Penyesuaian Harga Tiket Museum Nasional Indonesia
Mulai 1 Januari 2026, Museum Nasional Indonesia menerapkan penyesuaian harga tiket masuk. Tiket pengunjung dewasa naik menjadi Rp50.000 dari sebelumnya Rp25.000. Tiket pelajar ditetapkan sebesar Rp30.000, sementara anak usia di bawah tiga tahun tetap gratis.
Pengunjung asing membayar tiket sebesar Rp150.000. Sementara itu, pemegang KITAS membayar Rp50.000. Harga tersebut belum mencakup tiket wahana imersif yang ditetapkan sebesar Rp35.000 per orang. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi terhadap museum sekaligus mendukung keberlanjutan layanan.
Kebijakan Inklusivitas bagi Pengunjung Museum
Museum Nasional Indonesia tetap menjaga akses inklusif bagi masyarakat. Lima kelompok pengunjung memperoleh fasilitas masuk gratis. Kelompok tersebut meliputi anak usia 0–3 tahun, lansia di atas 60 tahun, penyandang disabilitas beserta satu pendamping, pelajar pemegang Kartu Indonesia Pintar, serta mahasiswa penerima KIP Kuliah.
Kebijakan ini mencerminkan komitmen museum dalam menjalankan fungsi pendidikan dan inklusivitas. Selain itu, museum juga menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pengelolaan dan keterbukaan akses publik. Dengan pendekatan tersebut, museum tetap relevan sebagai ruang pembelajaran yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.