60 Seconds to Seoul – Banyak pecinta kuliner ingin mencicipi sajian makanan dari berbagai negara. Keinginan tersebut muncul karena masyarakat Indonesia menyukai variasi rasa. Namun, tren kuliner Asia berkembang semakin kuat. Oleh sebab itu, hidangan khas Thailand, China, dan Korea terus mendapat perhatian. Selain itu, pengaruh budaya Korea mendorong minat masyarakat terhadap makanan autentik. Jadi, kuliner Korea menjadi pilihan favorit bagi banyak kalangan.
Tren hiburan Korea Selatan masih bertahan sampai sekarang. Fenomena Hallyu memengaruhi gaya hidup dan kebiasaan masyarakat. Maka, makanan Korea ikut terkenal bersamaan dengan drama dan musik Korea. Selain itu, masyarakat mulai mengenal street food Seoul yang khas. Jadi, ketertarikan terhadap cita rasa Korea meningkat secara konsisten di Indonesia.

Hidangan 60 Seconds to Seoul.
Inovasi Program Pop-Up Kuliner
Archipelago merupakan grup manajemen perhotelan terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini memiliki jaringan hotel luas di Indonesia. Melihat antusiasme tinggi terhadap budaya Korea, Archipelago mengambil langkah kreatif. Kemudian, Archipelago menghadirkan konsep kuliner unik dengan nama ‘60 Seconds to Seoul’. Dengan demikian, tamu hotel dapat merasakan pengalaman menikmati hidangan Korea autentik.
Program 60 Seconds to Seoul menjadi bagian dari rangkaian Archipelago Global Flavours Series. Global Flavours Series merupakan strategi F&B Archipelago untuk menampilkan menu dari berbagai negara. Selain itu, Archipelago mengganti tema kuliner setiap enam bulan sekali. Jadi, tamu selalu menemukan variasi rasa baru pada periode berikutnya. Maka, inovasi kuliner Archipelago terus berjalan secara berkala.
Program ini berlangsung mulai Januari hingga Juni. Selama enam bulan, jaringan hotel Archipelago menyajikan menu khas Korea. Dengan demikian, Archipelago ingin membawa inspirasi kuliner Seoul lebih dekat ke Indonesia. Jadi, program ini memberikan kesempatan bagi tamu menikmati makanan Korea tanpa harus meninggalkan tanah air.
Ketertarikan Masyarakat Indonesia terhadap Budaya Korea
Indonesia memiliki tingkat ketertarikan tinggi terhadap budaya Korea Selatan. Fakta ini terlihat melalui berbagai survei internasional. Berdasarkan penelitian resmi dari Korea Selatan, sebanyak 86,3 persen responden Indonesia menunjukkan minat kuat terhadap Hallyu. Survei ini rilis melalui Kementerian Kebudayaan Korea Selatan bersama Korea Foundation for International Culture Exchange. Selain itu, data tersebut memperlihatkan minat besar masyarakat pada kuliner Korea, tren urban, serta gaya hidup modern.
Ketertarikan ini tidak hanya mencakup hiburan saja. Masyarakat Indonesia juga menyukai makanan khas Korea Selatan. Oleh sebab itu, Archipelago melihat pasar yang sangat potensial untuk inovasi F&B bertema Korea. Dengan demikian, program 60 Seconds to Seoul menjadi inisiatif yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Pilihan Menu Street Food Korea di Hotel Archipelago
Archipelago menghadirkan berbagai pilihan street food Korea yang populer dan mudah dinikmati. Harga menu mulai dari Rp38.000 saja. Jadi, program ini terjangkau untuk banyak kalangan. Selain itu, setiap hidangan memiliki karakter khas cita rasa Seoul yang autentik.
Beberapa menu utama dalam program ini meliputi Tteokbokki, Korean Cheese Burger, Gangnam Hot Chicken, Soko Fish Taco, dan Kimchi Fried Rice. Tteokbokki menyajikan rasa pedas gurih yang khas Korea. Selain itu, Korean Cheese Burger menghadirkan sensasi keju yang lezat dan menarik. Gangnam Hot Chicken menawarkan pilihan ayam berbumbu khas Korea yang gurih. Namun, Soko Fish Taco memberikan variasi menu dengan rasa unik. Selain itu, Kimchi Fried Rice menjadi menu nasi goreng khas Korea yang familiar bagi banyak orang. Dengan demikian, tamu memiliki banyak opsi hidangan untuk dinikmati.
Program ini juga menyertakan dua pilihan dessert khas Korea. Archipelago menghadirkan Jeju Matcha Puff dengan rasa manis lembut. Kemudian, Baesuk Pear memberikan sensasi segar alami sebagai makanan penutup. Selain itu, Archipelago melengkapi sajian dengan empat pilihan minuman segar yang khas. Sparkling Yuzu Honey memberikan rasa asam manis menyegarkan. Namun, Shiye Fizz menghadirkan kesegaran soda yang ringan. Selain itu, Maesil Mojito dan Omija Cooler juga tersedia sebagai pilihan minuman segar. Jadi, pengalaman bersantap street food Korea terasa lebih lengkap.
Kemudahan Menikmati Menu Korea
Archipelago ingin memudahkan tamu hotel dalam menikmati seluruh sajian Korea pada program ini. Semua menu tersedia melalui layanan poolside, sehingga tamu dapat menikmati hidangan di area kolam renang. Selain itu, room service siap mengantar menu langsung ke kamar hotel. Dengan demikian, tamu dapat memesan makanan Korea kapan saja tanpa batasan waktu. Jadi, Archipelago menghadirkan kenyamanan maksimal bagi para tamu.
Namun, kemudahan akses ini tidak hanya untuk tamu hotel saja. Selain itu, Archipelago bekerja sama dengan platform pesan antar digital. Program 60 Seconds to Seoul tersedia melalui GoFood dan GrabFood. Dengan demikian, masyarakat umum dapat ikut menikmati hidangan Korea autentik tanpa harus menginap di hotel. Jadi, siapa pun dapat merasakan pengalaman street food Seoul dengan mudah dan praktis.
Kolaborasi ini membuat program F&B Archipelago semakin inklusif dan relevan dengan perkembangan digital. Selain itu, layanan digital membantu Archipelago menjangkau lebih banyak pelanggan di berbagai daerah Indonesia. Maka, program 60 Seconds to Seoul menjadi langkah strategis yang tepat untuk mendekatkan cita rasa Korea Selatan ke Indonesia.
Komitmen Archipelago pada Kreativitas Kuliner
Archipelago terus menunjukkan komitmen kuat pada inovasi F&B di jaringan hotel. Program 60 Seconds to Seoul membuktikan kreativitas Archipelago dalam menghadirkan pengalaman kuliner internasional. Selain itu, rangkaian Global Flavours Series memberikan kejutan rasa secara berkala setiap enam bulan. Jadi, tamu hotel selalu menemukan pengalaman baru pada periode berikutnya.
Melalui konsep pop-up kuliner ini, Archipelago berhasil membawa cita rasa Korea lebih dekat ke Indonesia. Oleh sebab itu, impian mencicipi sajian dunia dapat terwujud dengan mudah dan terjangkau. Dengan demikian, 60 Seconds to Seoul menjadi jembatan antara tren global dan kebutuhan lokal masyarakat Indonesia. Jadi, program ini menjadi langkah strategis yang sukses dalam industri perhotelan dan kuliner di Asia Tenggara.