Duet ganda campuran – Indonesia memulai langkah di Malaysia Open 2026 dengan hasil kurang baik. Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menghadapi lawan berat. Namun, tantangan tersebut terasa terlalu besar. Pasangan Indonesia langsung kalah di babak pertama turnamen bergengsi itu.

Pertandingan berlangsung di Axiata Arena. Tepatnya di Kuala Lumpur pada hari Selasa sore. Lawan yang menghadang yaitu Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei. Pasangan tuan rumah itu menempati posisi unggulan keempat. Oleh karena itu, kualitas mereka tidak perlu diragukan.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kalah di laga pertamanya di Malaysia Open 2026. (Foto: Dok. PP PBSI)

Sejak awal laga, Jafar dan Felisha merasa kesulitan. Mereka mencoba berbagai cara. Akan tetapi, usaha tersebut belum membuahkan hasil. Akhirnya, keduanya menyerah dua gim langsung. Skor akhir pertandingan menunjukkan angka 12-21 dan 17-21.

Awal Menjanjikan di Gim Pertama

Pada gim pertama, Jafar dan Felisha tampil menjanjikan. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan. Alhasil, pasangan Indonesia mencuri start lebih dulu. Mereka unggul cukup jauh 7-3. Meski begitu, kondisi tersebut tidak bertahan lama.

Chen dan Toh perlahan menemukan ritme permainan. Lalu, mereka mengubah strategi. Setelah itu, pasangan Malaysia meraih lima poin berturut-turut. Karena itu, mereka berbalik unggul dalam kedudukan 8-7.

Selanjutnya, skor 8-9 menjadi titik penting. Chen dan Toh meningkatkan tekanan. Bahkan, mereka menambah 10 poin tanpa henti. Dengan demikian, jarak skor melebar 18-9. Situasi tersebut membuat pasangan Indonesia semakin tertekan.

Jafar dan Felisha tidak tinggal diam. Mereka merebut dua poin tambahan. Jadi, skor sedikit mengecil 12-19. Namun, setelah itu, Chen dan Toh kembali mendominasi. Kemudian, mereka memenangi dua poin terakhir. Oleh sebab itu, gim pembuka selesai dengan skor 21-12 untuk kemenangan Malaysia.

Perlawanan Lebih Ketat di Gim Kedua

Memasuki gim kedua, Jafar dan Felisha mencoba bangkit. Mereka memperbaiki koordinasi. Selain itu, keduanya meningkatkan fokus. Walaupun begitu, pasangan Indonesia tetap tidak pernah unggul.

Di awal gim kedua, Chen dan Toh langsung memimpin 3-7. Lalu, Jafar dan Felisha mengejar ketertinggalan. Berkat kerja keras tersebut, skor menjadi imbang 7-7. Momen ini memberi harapan baru bagi tim Indonesia.

Akan tetapi, Chen dan Toh kembali mengambil kendali. Mereka memimpin tipis 11-10 saat interval. Setelah itu, Jafar dan Felisha menambah satu angka. Jadi, skor berubah 11-11. Namun, kejar mengejar poin terus berlanjut.

Kemudian, pasangan Malaysia meningkatkan intensitas serangan. Mereka bermain lebih agresif. Dengan demikian, keunggulan kembali menjadi milik mereka. Jafar dan Felisha berusaha menahan laju lawan. Namun, mereka belum menemukan formula yang tepat.

Momen Penentuan Match Point

Di penghujung gim kedua, Chen dan Toh mencapai match point. Skor menunjukkan kedudukan 20-17. Dalam situasi genting itu, Jafar dan Felisha membutuhkan keajaiban. Meski demikian, tekanan lawan terasa begitu kuat.

Toh Ee Wei melepaskan smes keras. Smes tersebut mengarah tajam ke tubuh Felisha. Felisha mencoba mengembalikan kok. Akan tetapi, pengembalian itu gagal. Dengan begitu, Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei memastikan kemenangan 21-17.

Evaluasi Penting bagi Tim Indonesia

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Jafar dan Felisha perlu melakukan evaluasi. Selain itu, mereka harus memperbaiki banyak aspek. Turnamen masih panjang. Oleh karena itu, kesempatan bangkit tetap terbuka.

Pelatih juga menyoroti beberapa kelemahan. Terutama pada kontrol permainan depan. Lalu pada penerimaan servis. Dengan latihan lebih keras, performa bisa meningkat.

Harapan Baru pada Turnamen Berikutnya

Malaysia Open 2026 memang berakhir cepat bagi duet Indonesia. Namun, pengalaman ini menambah motivasi. Jafar dan Felisha tidak boleh menyerah. Sebaliknya, mereka harus terus berjuang.

Ke depan, keduanya menatap jadwal kompetisi lain. Jadi, fokus segera beralih pada persiapan baru. Oleh sebab itu, semangat optimisme tetap terjaga. Dengan demikian, ganda campuran Indonesia berharap meraih hasil lebih baik.

Malaysia Open 2026 menjadi awal perjalanan. Akan tetapi, dunia bulutangkis selalu dinamis. Oleh karena itu, kerja keras menjadi kunci utama. Jafar dan Felisha percaya pada proses. Jadi, mereka siap kembali lebih kuat.