Ruben Amorim – memulai perannya sebagai pelatih kepala Manchester United pada November 2024. Klub menunjuk pelatih asal Portugal tersebut dengan harapan besar. Manajemen ingin melihat perubahan nyata dalam gaya bermain dan konsistensi tim. Namun demikian, perjalanan tersebut berakhir lebih cepat dari rencana awal.
Amorim hanya bertahan selama 14 bulan. Manchester United mengakhiri masa kerjanya pada 5 Januari 2026. Keputusan tersebut muncul setelah performa tim tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Oleh karena itu, statistik Ruben Amorim selama melatih Manchester United menjadi bahan evaluasi penting bagi klub dan pengamat sepak bola.

Manajer Manchester United, Ruben Amorim, seusai laga Liga Inggris melawan West Ham di Old Trafford, Jumat, 5 Desember 2025. (AP Photo/Ian Hodgson)
Awal Penunjukan dan Harapan Tinggi Klub
Manchester United mengumumkan Ruben Amorim sebagai pelatih baru pada 1 November 2024. Ia mulai bekerja secara resmi pada 11 November 2024. Sejak awal, klub menaruh ekspektasi tinggi kepadanya. Selain itu, publik menilai Amorim sebagai pelatih muda dengan pendekatan modern.
Amorim membawa filosofi permainan agresif dan terstruktur. Ia berusaha membangun identitas baru di Old Trafford. Namun, proses adaptasi berjalan tidak mudah. Tekanan kompetisi Liga Inggris menuntut hasil cepat. Dengan demikian, setiap pertandingan memiliki arti besar bagi posisinya.
Durasi Kepemimpinan dan Akhir Masa Jabatan
Ruben Amorim memimpin Manchester United selama 14 bulan. Dalam periode tersebut, ia mendampingi tim di berbagai ajang kompetisi. Akan tetapi, hasil yang muncul sering kali tidak konsisten. Kondisi ini memicu keraguan dari manajemen klub.
Pada 5 Januari 2026, Manchester United mengambil keputusan tegas. Klub mengakhiri kerja sama dengan Amorim. Keputusan tersebut lahir setelah evaluasi menyeluruh. Selain itu, posisi tim di klasemen tidak sesuai target. Situasi ini menunjukkan betapa tinggi tekanan di klub sebesar Manchester United.
Catatan Pertandingan Selama Era Amorim
Selama masa kepemimpinannya, Ruben Amorim memimpin tim dalam 63 pertandingan di semua kompetisi. Jumlah tersebut mencerminkan pengalaman yang cukup singkat. Namun demikian, data ini tetap memberikan gambaran jelas tentang dampaknya.
Manchester United mencatat 24 kemenangan selama periode tersebut. Selain itu, tim juga meraih 18 hasil imbang. Di sisi lain, kekalahan mencapai 21 laga. Angka ini menunjukkan kesulitan tim dalam menjaga stabilitas performa.
Performa dan Rata-Rata Poin
Statistik menunjukkan Manchester United meraih rata-rata 1,43 poin per pertandingan. Angka tersebut tergolong rendah untuk klub papan atas. Oleh karena itu, manajemen merasa perlu mengambil langkah cepat.
Performa ini menempatkan Manchester United di posisi keenam Liga Premier. Meskipun posisi tersebut terlihat aman, klub memiliki standar lebih tinggi. Selain itu, performa di kompetisi domestik dan piala tidak memberikan kepuasan.
Tantangan Konsistensi dan Tekanan Kompetisi
Amorim menghadapi tantangan besar sepanjang masa jabatannya. Jadwal padat dan persaingan ketat memengaruhi stabilitas tim. Selain itu, cedera pemain kunci sering mengganggu strategi.
Ia mencoba berbagai pendekatan taktik. Namun, hasil tidak selalu sejalan dengan rencana. Oleh karena itu, kepercayaan publik perlahan menurun. Tekanan media dan suporter semakin kuat seiring waktu.
Evaluasi Akhir Kiprah Ruben Amorim
Statistik Ruben Amorim selama melatih Manchester United menggambarkan periode transisi. Ia membawa ide segar dan semangat baru. Namun, hasil akhir tidak memenuhi harapan klub.
Keputusan pemecatan mencerminkan tuntutan tinggi di level elite. Dengan demikian, era Amorim menjadi pelajaran penting bagi manajemen klub. Manchester United kembali memasuki fase pencarian pelatih yang tepat untuk masa depan.