Siklon Tropis Mekkhala – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa Siklon Tropis Mekkhala saat ini tengah berkembang di kawasan Laut Filipina. Dan di perkirakan akan mengalami peningkatan intensitas dalam beberapa hari ke depan. Meski lintasan siklon diprediksi bergerak menjauhi wilayah Indonesia, keberadaannya tetap berpotensi memicu dampak tidak langsung berupa gelombang tinggi. Serta perubahan kondisi cuaca di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir maupun yang beraktivitas di sektor pelayaran, agar terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru. Langkah antisipasi di nilai penting mengingat fenomena siklon tropis dapat memengaruhi kondisi atmosfer dan laut meski pusat badai berada di luar wilayah Indonesia.
Siklon Tropis Mekkhala Berasal dari Bibit Siklon 92W
Menurut informasi BMKG, Siklon Tropis Mekkhala sebelumnya merupakan Bibit Siklon Tropis 92W yang mulai masuk ke wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta pada 19 Juni 2026 pukul 19.00 WIB.
Seiring perkembangan sistem atmosfer tersebut, bibit siklon kemudian berkembang menjadi siklon tropis dengan kekuatan yang terus meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian karena siklon tropis termasuk fenomena cuaca yang mampu menghasilkan angin kencang, hujan lebat, serta gelombang tinggi di wilayah yang berada di sekitar jalurnya.
Fenomena ini umumnya terbentuk di atas perairan laut hangat di kawasan tropis maupun subtropis. Energi panas dari permukaan laut menjadi sumber utama pembentukan pusaran angin yang kemudian berkembang menjadi sistem cuaca berskala besar.
Diprakirakan Menguat Menjadi Siklon Kategori 3
Prakirawan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, Azhari Putri Cempaka. Menjelaskan bahwa posisi Siklon Tropis Mekkhala saat ini berada di Laut Filipina, tepatnya di sebelah utara Papua.
Berdasarkan hasil pemantauan, siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 50 knot atau sekitar 90 kilometer per jam dengan tekanan udara di pusat siklon mencapai 990 hPa.
Dalam prakiraan 24 jam ke depan, sistem cuaca ini di prediksi akan mengalami penguatan hingga mencapai kategori 3. Selain itu, arah pergerakannya di perkirakan menuju barat hingga barat laut sehingga semakin menjauhi wilayah Indonesia.
Saat memasuki kategori tersebut, kecepatan angin maksimum di perkirakan meningkat menjadi sekitar 70 knot atau setara 130 kilometer per jam. Sementara itu, tekanan udara minimum di pusat siklon di prediksi turun hingga sekitar 970 hPa. Yang menandakan intensitas badai semakin kuat.

Tangkapan layar Siklon Tropis Mekkhala di wilayah Indonesia, Minggu (21/6/2026).
Indonesia Berpotensi Mengalami Dampak Tidak Langsung
Walaupun lintasan Siklon Tropis Mekkhala tidak mengarah ke Indonesia. BMKG menegaskan bahwa masyarakat tetap perlu mewaspadai dampak tidak langsung yang mungkin terjadi.
Salah satu dampak yang paling berpotensi di rasakan adalah meningkatnya tinggi gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia bagian timur. Berdasarkan prakiraan BMKG, gelombang laut dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di wilayah Samudra Pasifik bagian utara Maluku.
Kondisi tersebut di perkirakan berlangsung hingga Senin, 22 Juni 2026 pukul 07.00 WIB. Gelombang dengan kategori sedang tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran. Terutama kapal nelayan, kapal penumpang, hingga kapal berukuran kecil yang beroperasi di kawasan tersebut.
Selain gelombang tinggi, perubahan pola angin akibat keberadaan siklon juga dapat memicu peningkatan curah hujan serta angin yang lebih kencang di beberapa wilayah.
Masyarakat Diminta Meningkatkan Kewaspadaan
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi dampak cuaca yang di picu oleh Siklon Tropis Mekkhala. Meski pusat badai berada di luar wilayah Indonesia, efeknya terhadap kondisi laut dan atmosfer tetap dapat di rasakan di beberapa daerah.
Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir di imbau untuk memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut. Demikian pula bagi nelayan, operator kapal, dan pelaku transportasi laut agar mempertimbangkan kondisi gelombang sebelum berlayar.
Selain itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang juga di minta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas transportasi.
BMKG terus memantau perkembangan Siklon Tropis Mekkhala dan akan memperbarui informasi apabila terjadi perubahan intensitas maupun arah pergerakan sistem cuaca tersebut. Oleh karena itu, masyarakat di sarankan memperoleh informasi cuaca dari sumber resmi agar dapat mengambil langkah antisipasi secara tepat.